TAKENGON, EDUNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto hari ini (12/12) menunjukkan komitmen langsung pemerintah dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah. Kepala Negara memilih duduk lesehan di tengah ratusan pengungsi korban banjir bandang di Posko Desa Gunung, Takengon, untuk mendengar keluh kesah mereka secara pribadi.
Kunjungan yang dilakukan seusai menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Abrar ini diwarnai momen haru dan antusiasme warga. Ribuan pengungsi dan warga berebut menyambut dan bersalaman, bahkan banyak yang meminta foto selfie dengan Presiden.
Curhat Listrik Padam dan Sinyal Mati
Saat duduk bareng para korban, suasana berubah serius. Prabowo dengan saksama mendengarkan keluhan yang disampaikan oleh perwakilan pengungsi.
“Kami hanya memohon, Pak, tolong listrik yang masih mati dan sinyal ponsel yang belum merata agar segera diperbaiki. Kami butuh komunikasi, kami butuh penerangan,” ujar salah satu pengungsi.
Jangan Pernah Merasa Sendirian
Menanggapi keprihatinan tersebut, Presiden Prabowo, yang didampingi oleh jajaran menteri lengkap (Mensos, Menhan, Menteri ESDM) serta Panglima TNI dan Kapolri, menegaskan bahwa negara hadir di tengah musibah ini.
“Saya datang untuk melihat langsung keadaan. Memang keadaannya sulit, memprihatinkan, tetapi percayalah bahwa saudara-saudara tidak sendiri,” tegas Prabowo.
Prabowo meminta warga untuk bersabar karena proses pemulihan infrastruktur membutuhkan waktu dan perencanaan matang.
Kehadiran jajaran menteri dan pimpinan TNI/Polri secara bersamaan mengindikasikan bahwa penanganan di Aceh Tengah tidak hanya berfokus pada aspek sosial (Mensos), tetapi juga melibatkan percepatan rekonstruksi (Menteri ESDM) dan pengerahan personel untuk tanggap darurat (TNI/Polri).
Kunjungan yang diakhiri dengan permintaan foto bersama dari warga ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi Aceh Tengah, sekaligus memastikan bahwa seluruh upaya percepatan pemulihan, mulai dari logistik hingga perbaikan infrastruktur vital, akan segera direalisasikan. (*)
