Nasional

Profil KH Zulfa Mustofa, Pj Ketum PBNU

KH Zulfa Mustofa, Pj Ketum PBNU

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Gus Yahya. Penetapan ini diputuskan melalui Rapat Pleno PBNU yang digelar Selasa (9/12/2025) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Rais Syuriah PBNU, Mohammad Nuh, dalam konferensi pers usai rapat, menegaskan bahwa penugasan ini bersifat sementara hingga penyelenggaraan Muktamar PBNU berikutnya.

“Beliau akan memimpin PBNU sebagai Penjabat Ketua Umum, melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan Muktamar yang Insyaallah akan dilaksanakan di 2026,” ujar Nuh, dikutip Rabu (10/12/2025).

Sebelum diangkat sebagai Pj Ketum, Zulfa Mustofa menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU. Ia diketahui juga memiliki ikatan kekerabatan, yakni sebagai keponakan dari Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin.

Profil Intelektual dan Kiprah

Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Setelah menamatkan pendidikan dasar di Jakarta dan Pekalongan, serta menghabiskan masa sekolah menengah di Pekalongan, ia mendalami ilmu agama sebagai santri di Pati.

Kiprahnya sebagai ulama dimulai pada usia 19 tahun, setelah kembali ke Jakarta pasca-wafatnya sang ayah, KH Muqarrabin. Ia aktif mengajar dan dikenal sebagai penulis kitab yang produktif. Beberapa karyanya yang dikenal di kalangan pesantren dan akademisi meliputi:

  • Tuhfatul Qashi wa Dani

  • Diqqat al-Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al Syafi’i

  • Al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutfaqqih Jahluhu, yang membahas metodologi fatwa dan peran akal dalam ijtihad.

Gelar Honoris Causa dari UINSA

Pengakuan terhadap kontribusi keilmuan Zulfa Mustofa datang dari dunia akademik. Pada September 2024, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menganugerahinya gelar kehormatan Doktor Honoris Causa.

Gelar tersebut diberikan atas kontribusinya yang signifikan terhadap pengetahuan, khususnya dalam bidang kebahasaaraban dan kesusastraan Arab. UINSA menilai keahliannya, termasuk penggunaan syair dalam memahami ilmu nahwu dan shorof, dapat menjadi medium efektif untuk menanamkan pendidikan karakter.

Rektor UINSA, Prof. Akhmad Muzakki, kala itu menyatakan bahwa penganugerahan ini bahkan mendorong rencana UINSA untuk mendirikan program doktoral dan magister Bahasa Arab.

Kini, dengan latar belakang intelektual dan keagamaan yang mumpuni, KH Zulfa Mustofa memegang kemudi sementara organisasi NU, mempersiapkannya menyambut Muktamar yang akan datang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top