DAERAH

Takengon-Bener Meriah Terisolasi Total : Satu-satunya Akses Udara Dikuasai Praktik Calo, Harga Tiket Rp600 Ribu Jadi Rp4 Juta!

  • Aceh Tengah/Takengon terisolasi total (akses darat putus, listrik dan komunikasi lumpuh), menjadikannya Darurat Kemanusiaan.
  • Harga tiket di Bandara Rembele (Bener Meriah) melambung drastis; bahkan ada laporan hingga Rp8 juta (untuk rute Bener Meriah–Banda Aceh) dan Rp3,5–5 juta (Rembele–Kualanamu), naik dari harga normal kisaran Rp500 ribuan/Rp600 ribuan, atau naik hingga 500%.
  • KADIN Aceh mendesak Menhub untuk intervensi harga.
  • Ada indikasi harga meroket karena sistem carter atau percaloan.

TAKENGON, EDUNEWS.ID  – Kabupaten Aceh Tengah (Takengon) dan Bener Meriah kini menghadapi fase kritis bencana hidrometeorologi. Setelah terisolasi total akibat putusnya seluruh akses darat, lumpuhnya listrik dan jaringan telekomunikasi, penderitaan warga diperparah oleh lonjakan harga tiket pesawat yang tidak wajar, menghambat upaya mobilisasi keluarga korban.

Akses udara via Bandara Rembele (Bener Meriah) yang merupakan satu-satunya pintu gerbang vital, kini berada di bawah bayang-bayang praktik harga mark up dan percaloan.

Tiket Normal Rp600 Ribu, Kini Melejit Hingga 500%

Warga dan keluarga korban mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap lonjakan harga tiket pesawat yang dinilai tidak memiliki nalar kemanusiaan di tengah situasi darurat. Mereka melaporkan bahwa harga tiket untuk rute dari dan menuju bandara terdekat telah melonjak drastis hingga lebih dari 500%.

“Situasinya sangat parah. Dulu, harga tiket normal sekali jalan hanya berkisar Rp600.000. Sekarang, untuk rute yang sama, harganya sudah mencapai Rp3.500.000 hingga Rp4.000.000 per orang,” ungkap salah seorang perwakilan warga.

Bahkan, laporan dari beberapa pihak menyebutkan harga tiket untuk rute Rembele–Banda Aceh dilaporkan menembus angka Rp8.000.000, kenaikan ekstrem yang tak terbayangkan.

Lebih lanjut, lonjakan harga ini dibarengi dengan praktik yang tidak transparan. Tiket dikabarkan sulit, bahkan tidak bisa dibeli melalui sistem online resmi maskapai, melainkan harus melalui perantara atau calo dengan harga selangit.

“Kami dipaksa membeli lewat perantara atau calo. Ini sangat menyakitkan, kami sudah dalam musibah, tetapi malah ada yang memanfaatkan kesengsaraan kami,” tambahnya.

Kenaikan ekstrem ini secara langsung menghambat keluarga korban dari luar daerah untuk memberikan dukungan moral dan logistik ke Takengon.

Tuntut Subsidi dan Penertiban Calo

Menanggapi situasi ini, masyarakat dan berbagai pihak mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk segera melakukan intervensi. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh juga telah menyuarakan keprihatinan dan mendesak Kemenhub meninjau ulang tarif maskapai di rute terdampak.

Tuntutan utama masyarakat meliputi, Intervensi Harga dan Subsidi. Pemberlakuan subsidi masif dan penetapan tarif batas atas khusus di wilayah bencana untuk memastikan akses udara terjangkau bagi keluarga korban dan relawan. Di lain sisi, melakukan penertiban dan penyelidikan segera terhadap praktik percaloan tiket yang dinilai memanfaatkan momen darurat kemanusiaan.

“Negara harus hadir memastikan akses kemanusiaan tetap berjalan cepat, aman, dan terjangkau,” tegas Rika (25) salah satu keluarga korban yang terkena dampak di Takengon.

“Menurunkan harga yang naik 500% dan menertibkan calo adalah langkah kemanusiaan yang mendesak untuk memulihkan trauma,” tegasnya,

Kondisi di Takengon saat ini memasuki fase kritis, dengan darurat pangan dan terbatasnya pasokan BBM, sehingga setiap jalur akses, sekecil apa pun, harus dipastikan berjalan lancar tanpa hambatan biaya yang tidak rasional. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top