JAKARTA, EDUNEWS.ID – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir November terus memakan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru yang menunjukkan skala tragedi yang semakin besar di tiga provinsi terdampak.
Per Selasa, 9 Desember 2025, BNPB mencatat total 962 jiwa meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, sebanyak 291 jiwa dilaporkan masih hilang, sementara korban luka-luka tercatat mencapai 5.598 jiwa.
Agam Jadi Wilayah dengan Korban Tertinggi
Jumlah korban meninggal dunia terkonsentrasi di beberapa wilayah, dengan tiga daerah mencatatkan angka tertinggi:
-
Agam (Sumatera Barat): 180 jiwa
-
Aceh Utara (Aceh): 138 jiwa
-
Tapanuli Selatan (Sumatera Utara): 110 jiwa
Cakupan wilayah terdampak juga meluas, kini mencapai 52 kabupaten.
Ratusan Ribu Warga Mengungsi, Kebutuhan Mendesak
Tingginya jumlah korban jiwa juga diiringi dengan melonjaknya jumlah warga yang terpaksa mengungsi, terutama di wilayah Aceh. Daerah dengan pengungsi terbanyak antara lain:
-
Aceh Utara: 299.500 jiwa
-
Aceh Tamiang: 262.100 jiwa
-
Aceh Timur: 238.500 jiwa
Angka ini mengindikasikan bahwa kebutuhan logistik, fasilitas kesehatan, dan tempat penampungan darurat bagi ratusan ribu pengungsi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Ribuan Infrastruktur Publik Rusak
Skala kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik juga meningkat signifikan. BNPB melaporkan:
-
157.900 unit rumah rusak.
-
1.200 fasilitas umum rusak.
-
534 fasilitas pendidikan rusak.
-
497 jembatan rusak.
-
425 rumah ibadah rusak.
-
192 fasilitas kesehatan terdampak.
Kerusakan ini menunjukkan betapa besar dampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah pesisir dan pegunungan Sumatera.
