MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselbartra) yang dihelat di Aula Kantor DPD Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, pada Selasa, 29 September 2026, tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi organisasi biasa. Di balik suksesnya acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP IKA ISMEI, Bahtiar Sebayang, tersimpan kekuatan jaringan intelektual yang masif dan strategis.
IKA ISMEI Sulselbartra mencatatkan kekuatan kolektif yang unik karena berhasil menghimpun para mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau senat mahasiswa dari 35 kampus yang tersebar di tiga provinsi. Jaringan luas ini menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah perhimpunan para cendekiawan dan ekonom muda yang memiliki akar kuat di tingkat lokal.
Koordinator Wilayah IKA ISMEI Sulselbartra, Hasan Basri dalam sambutannya menegaskan bahwa para alumni organisasi ini kini telah tersebar dan menduduki berbagai posisi strategis di tengah masyarakat. Keberadaan mereka mengisi pos-pos krusial mulai dari akademisi, praktisi perbankan, penggerak UMKM, jajaran birokrasi pemerintahan, kursi legislatif, hingga dunia bisnis dan swasta.
“IKA ISMEI Sulselbartra harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang berakar dari kekuatan daerah. Kekuatan kita hari ini adalah menyatukan para mantan ketua BEM atau senat dari 35 kampus di tiga provinsi. Jaringan lintas sektor ini dipersiapkan untuk menjadi think tank strategis yang menjembatani gagasan antara dunia akademik, dunia usaha, dan kebijakan pemerintah,” ungkap Hasan Basri di hadapan para tamu undangan, termasuk Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi.
Potensi besar sebagai pengawal kebijakan ekonomi regional ini juga diperkuat melalui pelaksanaan Rakerwil yang langsung merumuskan langkah taktis penyelarasan program kerja di tiga wilayah. Terlebih, rangkaian kegiatan tersebut turut diisi dengan seminar nasional yang menghadirkan narasumber kompeten, seperti Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulsel Oki Hermawan, praktisi ekonomi Januar Jaury Dharwi, S.E., serta Anggota DPRD Buton Tengah Nurman, S.E., dengan diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Wilayah IKA ISMEI Sulselbartra, Najamuddin Arfah.
Dengan komposisi anggota yang multisektor dan tersebar di berbagai lini profesi, IKA ISMEI Sulselbartra optimistis mampu bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan solusi atas tantangan ekonomi makro, sekaligus mengawal transisi pembangunan kawasan dari sekadar bergantung pada komoditas mentah menuju penciptaan nilai tambah (value added) yang berkelanjutan. (*)

