JAKARTA, EDUNEWS.ID– Kebijakan pemerintah menarik anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pos Dana Pendidikan APBN telah memicu pro kontra di ruang publik. Kebijakan ini seakan-akan menjadikan prioritas nutrisi siswa dan kualitas fasilitas pendidikan dalam satu timbangan yang sama. Pertanyaannya, mana yang lebih mendesak?
Merespons fenomena tersebut, portal media edunews.id menantang para pembaca dan edunewser sekalian melalui kegiatan “Undangan Menulis Opini: Menguji Urgensi MBG”. Kegiatan ini merupakan wadah dialektika terbuka bagi masyarakat untuk menguliti skala prioritas anggaran pendidikan nasional.
Redaksi edunews.id memberikan kebebasan penuh bagi penulis untuk membedah isu ini dari sudut pandang mana pun, baik ekonomi, sosial, pedagogi, hingga politik anggaran selama berbasis pada nalar yang tajam dan data yang valid.
Apakah MBG adalah solusi nyata bagi SDM kita, atau justru menjadi beban baru di tengah krisis fasilitas sekolah?
Strictly No AI!
Penggunaan alat bantu seperti ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya dilarang keras. Redaksi akan memverifikasi setiap naskah dengan alat deteksi AI berlapis untuk memastikan setiap argumen lahir dari penulis.
Ketentuan Utama Kegiatan:
-
Tema: “Menguji Urgensi Makan Gratis di Tengah Krisis Fasilitas Pendidikan”
-
Peserta: Terbuka untuk Umum (Dosen, Guru, Mahasiswa, Praktisi, dan Masyarakat Luas).
-
Panjang Tulisan: 700 – 1.200 kata.
-
Refleksi: Wajib menyertakan 1 paragraf singkat (3-5 kalimat) mengenai pengalaman personal di akhir naskah.
-
Deadline: 20 Maret 2026.
Apresiasi Karya
Selain publikasi eksklusif di portal edunews.id, 5 tulisan terpilih akan mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp100.000 (via E-Wallet) serta E-Certificate khusus “Penulis Terbaik”. Seluruh naskah yang lolos kurasi juga akan mendapatkan sertifikat “Kontributor”.
Kirimkan Gagasanmu!
Naskah dapat dikirimkan dalam format .docx melalui email ke redaksi@edunews.id dengan tembusan (cc) ke redaksiedunews@gmail.com. Gunakan subjek: OPINI EDUNEWS – [Nama Penulis] – [Judul Naskah].
Apapun sudut pandangmu, pro, kontra, atau kritis, edunews.id menunggu tulisan kalian yang berani untuk mengawal nalar dan merawat pendidikan Indonesia!
