BULUKUMBA, EDUNEWS.ID – Banjir besar dikabarkan melanda Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (24/5/2023).
Banjir tersebut terjadi di tiga Kecamatan Ujung Loe, Kecamatan Herlang, dan Kecamatan Bontotiro.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo mengatakan, banjir dan tanah longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan.
Amson mengungkapkan, sebanyak 29 rumah warga dan sebuah masjid terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Ujung Loe.
Selain itu, empang milik warga juga meluap dan seekor sapi hanyut terbawa banjir.
“Sarana dan prasarana yang terdampak di Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe. Persawahan kekurangan air akibat bangunan pengarah bobol diterjang air,” ungkap Amson.
Sedangkan di Kecamatan Herlang, lanjut Amson, sebanyak 14 rumah warga di Dusun Sappang, Desa Borong terdampak longsor.
Selain itu, sarana dan prasarana terdampak longsor.
“Badan jalan retak sepanjang 36 meter, talud jalan retak sepanjang 35 meter, dinding jembatan panjang 7,5 meter dan setinggi tinggi 1 meter rusak,” ungkap dia.
Masih di Kecamatan Herlang, sambung Amson, sebuah jembatan akses jalan tertutup longsor penghubung antara Desa Gunturu dengan Desa Bajang.
Sementara di Lingkungan Dandea, Kelurahan Tanuntung, sarana dan prasarana terdampak longsor berupa jalanan tertimbun longsor sepanjang 20 meter dengan ketinggian 8 meter dan jalanan retak sepanjang 30 meter.
“Di Lingkungan Banyoro, Kelurahan Tanuntung sarana dan prasarana yang terdampak yakni talud jalan ablas panjang 42 meter dan material longsor menutup badan jalan sepanjang 74 meter setinggi 15 meter. Di Lingkungan Durian, Kelurahan Tanuntung sarana dan prasarana yang terdampak yakni material longsor menutup badan jalan sepanjang 15 meter setinggi 5 meter,” terang dia.
Amson menambahkan, sebanyak 2 rumah warga terdampak longsor di Kecamatan Bontotiro, tepatnya di Dusun Bonto Suka, Desa Bonto Tangnga.
“Dalam bencana di 3 kecamatan di Kabupaten Bulukumba tidak terdapat korban jiwa. Tim sementara melakukan asesmen,” tambah dia.
