ENREKANG, EDUNEWS.ID – Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang menjadi lokasi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Enrekang pada Rabu (3/12/2025).
Aksi yang dipusatkan di Jalan Pancaitana Bungawalie, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, ini menuntut pengusutan tuntas terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang pada masa kepemimpinan mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang.
Aksi lapangan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan, Muh. Zam Tito Patarangi. Dalam orasinya yang lantang, Tito menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak kepada aparat penegak hukum.
Tuntut Dugaan Pemerasan dan Kriminalisasi
Fokus utama tuntutan massa adalah dugaan tindak pidana yang melibatkan mantan pimpinan Kejari tersebut.
“Mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan pemerasan dan kriminalisasi oleh mantan Kajari Enrekang,” tegas Tito di hadapan massa aksi.
Selain tuntutan pengusutan dugaan tindak pidana, massa juga mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aspek keuangan dan kekayaan para terduga.
Tito dan Aliansi menuntut agar dilakukan pemeriksaan terhadap rekening mantan Kajari Enrekang, Padeli, beserta keluarga, dan seluruh pegawai Kejari Enrekang.
Desak Jamwas dan Polda Sulsel Bertindak
Untuk memastikan penegakan hukum berjalan imparsial, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Enrekang mendesak dua institusi penegak hukum untuk segera mengambil tindakan:
-
Mendesak Subdit Tipidkor Polda Sulsel untuk melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap mantan pejabat Kejari Enrekang dan jajarannya.
-
Meminta segera agar Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI untuk turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait mantan pimpinan Kejari tersebut.
Muh. Zam Tito Patarangi menegaskan bahwa aksi ini murni merupakan bentuk kepedulian masyarakatuntuk menuntut transparansi dan penegakan hukum yang adil di Enrekang.
“Kami meminta segera, agar Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI untuk turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait mantan pimpinan Kejari tersebut,” teriaknya.
Ia pun memberikan peringatan keras bahwa massa akan datang dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan tersebut diabaikan oleh pihak berwenang. (*/rls)
