PINRANG, EDUNEWS.ID – Ratusan petani menamakan dirinya Aliansi Petani Pinrang (APP) berdemonstrasi di Kantor Pengairan Desa Samaenre, Kec. Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Selasa (2/5/2023).
Pembangunan proyek saluran irigasi yang dikerjakan PT. Nindya Karya tersebut dinilai berjalan lambat.
“Kita melihat dari kondisi turun tanam. Melihat daripada kondisi itu kami turun aksi untuk menegaskan agar secepatnya dibuka pintu air irigasi jalur langnga,” ucap Koordinator Aksi Ikbal.
Akibat lambatnya proyek tersebut, Ikbal mengaku para petani tidak mendapatkan akses air sehingga petani tidak menanam selama 1 musim ini.
“Seharusnya ada beberapa jadwal yang sudah disepakati kemarin-kemarin tapi diingkari,” ungkapnya.
“Kami berharap jadwal yang diberikan itu dijalankan. Itu yang kami harapkan dari aksi ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Pinrang, Jainal menegaskan bahwa tetap berpedoman kepada pada hasil sidang komisi irigasi.
“Kalau dari PSDA tetap kita pedomani dari hasil sidang komisi irigasi kemarin bahwa tanggal 1 Juni, itu pintu air dibuka untuk golongan 1 di wilayah Langnga ini, Mattiro Sompe golongan 2, 1 Juni” tegasnya.
“Kami tetap pada komitmen itu kalau dari PSDA cuman tadi adanya pertemuan dengan masyarakat. Kami juga berharap dari pihak proyek untuk segera terutama untuk memasang pintu-pintu air,” tambahnya.
Disaat yang sama, pimpinan Projek Manager PT. Nindya, Husein menyampaikan tetap berkomitmen bahwa semua pintu irigasi di golongan pertama sudah terpasang.
“Alhamdulillah pintu-pintu sudah all cat semua. Sekarang sisa dipercepat semua untuk dipasang,” ucapnya.
Husein lalu menepis adanya kabar dugaan pembangunan proyek yang dijalankan telah mangkrak.
“Oh ndak! Ndak,” katanya dikutip dari pijarnews.
Diapun memastikan para petani saat di musim tanam pintu irigasi golongan 1 dan 2 telah dibuka. Maka masing-masing daerah akan mendapatkan air.
“Semoga di musim tanam, kalau golongan 1 dan 2 pintu airnya dibuka, mungkin masing-masing daerah sudah mendapat air irigasi,” tutupnya.
