Liputan Khusus

Buntut Kasus Uang Palsu UIN Makassar, PMII Rayon Ushuluddin Filsafat dan Politik Cabang Gowa Minta Rektor Mundur

Ketua Umum PMII Rayon Ushuluddin Filsafat dan Politik Cabang Gowa, Irdam Musa

GOWA, EDUNEWS.ID – Baru-baru ini kampus UIN Alauddin Makassar digegerkan dengan adanya kasus pengedaran dan produksi uang palsu yang dikelola oleh oknum pegawai UIN Alauddin Makassar, Romangpolong Kabupaten Gowa.

Hal ini terungkap usai Polres Gowa melakukan pengrebekan di Perpustakaan lantai tiga kampus 2 UIN Alauddin Makassar.

Dalam pengrebekan tersebut polisi berhasil mengamankan uang palsu senilai ratusan juta serta alat-alat yang di duga di gunakan untuk mencetak uang palsu.

Beberapa pegawai kampus dan Oknum dosen turut di amankan karena di duga terlibat dalam produksi uang palsu tersebut.

Ketua Umum PMII Rayon Ushuluddin Filsafat dan Politik Cabang Gowa, Irdam Musa turut angkat bicara.

Ia menduga adanya keterlibatan pihak pimpinan kampus dan sejumlah petinggi.

“Kasus ini bukan lah kasus yang sederhana, pereduksi sekaligus peredaran uang palsu adalah tindakan melawan hukum sebagaimana yang tertuang di dalam Pasal 244 KUHP terkait pembuatan dan penyebaran uang palsu,” kata Irdam, Selasa (17/12/2024).

Lebih lanjut, Irdam menegaskan kasus ini merupakan masalah serius. Menurutnya kampus memproduksi akademisi bukan uang palsu.

“Produksi dan penyebaran uang yang berproses di sebuah universitas merupakan masalah yang sangat serius di republik ini. Universitas yang dikenal sebagai pabrik memproduksi akademisi ternyata beralih menjadi pabrik penghasil uang palsu,” ujarnya.

“Kasus ini bukan lah kasus yang sederhana, tentu,saya menduga bahwa ada sindikat besar yang melibatkan begitu banyak oknum, karena mana mungkin produksi besar dengan menggunakan alat dan dilakukan di Universitas tidak diketahui oleh petinggi universitas. Sungguh sangat aneh ketika hal ini hanya dimotori oleh beberapa oknum dengan status kuasa yang rendah,” lanjutkan.

Dia pun menegaskan bahwa sebagai pimpinan universitas, rektor harusnya malu dan berani untuk mundur dari jabatannya karena kegagalan atas kepemimpinan yang telah dilakukannya.

Pihaknya mendorong Polres Gowa untuk mendalami dan membongkar kasus ini hingga tuntas.

“Polres Gowa khususnya Polda Sulsel harus melakukan penyelidikan secara mendalam untuk membongkar sindikat besar atas produksi uang di kampus peradaban ini,” tegasnya.

Irdam juga menduga adanya persekongkolan besar dalam kasus tersebut.

“Hal yang harus di perhatikan dan menjadi pertimbangan adalah, yang mendistribusikan alat dan bahan untuk memproduksi uang palsu, oknum yang membawa alat dan bahan sampai ke perpustakaan. Tentunya, akan ada benang merah yang menghubungkan antara, pimpinan, yang mengoperasikan, pengamanan bahkan kementrian yang saya duga kuat menjadi bagian kuat sindikat ini,” tutup Irdam.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top