CIREBON, EDUNEWS.ID – Calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon nomor 3 Edo-Farida menjadi satu-satunya kandidat yang memiliki gagasan konkret menyelesaikan persoalan-persoalan banjir.
Gagasan penyelesaian banjir ini tertuang dalam visi misi dan program kerja pasangan IDOLA. Isu penting menjadi perhatian pemerintah mengingat wilayah Cirebon kerap kali menjadi langganan banjir tiap musim penghujan tiba.
Edo-Farida bakal mengintervensi persoalan banjir dengan pendekatan regulasi. Bagi pasangan IDOLA, penyelesaian banjir salah satunya dengan menegakkan peraturan lingkungan hidup. Penegakan peraturan ini tidak hanya meminimalisir dampak banjir, tetapi juga sebagai upaya penyadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kondisi lingkungan.
Tak hanya itu, Edo-Farida akan memberdayakan kelompok pecinta lingkungan Hidup untuk mengatasi
pengelolaan limbah, sampah, pencemaran sungai, degradasi kawasan pesisir dan penghijauan kota.
Gagasan ini lahir merespons tidak jelasnya penanganan banjir selama ini di Cirebon. Keduanya tak menginginkan bencana banjir pada 6 Juli 2024 yang merendam 4269 rumah serta 16.310 jiwa terdampak terulang kembali.
Jika memenangkan Pilwalkot Cirebon, Edo-Farida bakal melakukan penanganan banjir secara komprehensif yakni dengan master plan sistem drainase, memastikan sungai bersih dan pembuatan embung di wilayah yang memungkinkan.
Sebagai informasi, hujan ekstrem pernah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.
Banjir disebabkan meluapnya sungai-sungai utama, seperti Wangan Ayam, Pembuang Posong, Winong, Jonggol, dan Sriganala.
Air bahkan menggenangi rumah warga setinggi 30 hingga 40 cm dan merendam sawah seluas 15 hektar.
