JAKARTA, EDUNEWS.ID – Usai kalah dalam perebutan kursi Ketua DPD RI periode 2024-2029 melawan Sultan Najamudin, La Nyalla Mattalitti disebut-sebut menuding Tamsil Linrung sebagai penghianat. Tamsil dinilai berpengaruh besar terhadap kemenangan Sultan Najamudin.
Menanggapi tudingan La Nyalla Mattalitti, Tamsil menegaskan dirinya bukanlah seorang penghianat. Alih-alih berbalik marah, Tamsil justru mengatakan tak ada satupun orang yang layak disebut penghianat dalam dinamika pemilihan DPD.
“Saya merasa tidak berada dalam posisi layak untuk disebut sebagai penghianat. Siapapun dalam pemilihan ini saya kira tidak ada satupun yang bisa kita kategorikan penghianat karena ini mekanisme biasa,” kata Tamsil dalam wawancara YouTube Forum Keadilan TV dilihat edunews.id, Sabtu (22/3/2025).
Tamsil menceritakan dirinya memberikan masukan kepada La Nyalla Mattalitti agar tidak menggunakan aturan menjegal lawan. Dia pun mengaku telah berdiskusi dengan La Nyalla Mattalitti sebelum memutuskan keluar dari paket.
“Saya berdiskusi dengan dia, dan masukan saya tidak diterima. Saya serahkan ke dia. Kalau tidak terima berarti kita harus siap menerima kekalahan,” ungkapnya.
Tamsil menduga, La Nyalla Mattalitti tersinggung dengan pernyataannya tersebut. La Nyalla kemudian menelpon seseorang untuk menggantikan Tamsil dalam paket namun orang tersebut menolak.
“Dia tersinggung dengan pernyataan saya itu. Saya ditelpon oleh Andi Ihsan bahwa pak La Nyalla marah,” kata Tamsil.
“Disitulah saya sampaikan ke pak La Nyalla, bahwa barusan saya ditelepon Andi Ihsan, intinya bapak merekomendasikan menggantikan saya dalam paket,” sambungnya.
“Dengan ini saya mengatakan ikhlas menerima keputusan itu dan saya menyatakan tidak lagi bergabung dengan paket bapak,” tukas Tamsil.
