Nasional

Gelombang Penolakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Meluas di Papua, Pelajar Deiyai Tuntut Sekolah Gratis

DEIYAI, EDUNEWS.ID – Gelombang protes terhadap program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), terus memanas di tanah Papua. Ribuan pelajar dari belasan sekolah di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, turun ke jalan melakukan aksi long march menuju kantor bupati pada Rabu (26/2/2026) lalu.

Mengenakan seragam lengkap dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, para siswa memulai aksi dari Lapangan Sepakbola Tomas Adii Waghete sekitar pukul 09.30 WIT. Sambil dikawal ketat aparat kepolisian, mereka menyuarakan penolakan tegas terhadap implementasi program MBG di wilayah mereka.

Tuntut Fasilitas Pendidikan daripada Makan Gratis

Dalam orasinya di halaman kantor bupati, salah satu perwakilan siswa, Yohanes Koutoki, menegaskan bahwa pelajar di Deiyai tidak membutuhkan makan gratis, melainkan dukungan anggaran yang langsung menyentuh kualitas pendidikan.

“Kami pelajar siswa-siswi Kabupaten Deiyai dengan tegas menolak Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Deiyai. Setuju?” teriak Yohanes yang disambut seruan “Setuju!” secara serentak oleh ribuan siswa lainnya.

Para pelajar mengkhawatirkan adanya pemangkasan anggaran pendidikan oleh pemerintah pusat demi mendanai program makan siang ini. Mereka menilai, dana tersebut seharusnya dialokasikan untuk membebaskan biaya sekolah (sekolah gratis) serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang masih minim di Papua.

Respons Pemerintah Daerah

Aksi massa ini diterima langsung oleh Pelaksana Jabatan (Pj) Sekretaris Daerah Deiyai, Melianus Pakage. Di hadapan para siswa, Melianus menyatakan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi bahan masukan penting bagi pemerintah. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menghapus program tersebut karena merupakan instruksi pusat.

“Kita pahami bersama, ini persoalan antara pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Ini yang harus jadi landasan pemikiran ke depan,” ujar Melianus.

Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan akan ada “lembaga baru” (Badan Gizi Nasional) yang khusus menangani MBG. Melianus berharap lembaga ini nantinya bisa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, guru, dan orang tua murid untuk mencari solusi terbaik.

Daftar Wilayah yang Menolak

Penolakan di Deiyai menambah panjang daftar daerah di Papua yang menyuarakan mosi tidak percaya terhadap program MBG. Sebelumnya, aksi serupa terjadi di:

  • Kabupaten Paniai: Siswa menuntut MBG diganti dengan sekolah gratis.

  • Kabupaten Yahukimo: Pelajar memprotes keterlibatan aparat TNI dalam pendistribusian makanan yang memicu trauma di wilayah konflik.

  • Intan Jaya: Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Bilogai membatasi program hanya saat peluncuran dan meminta pemerintah fokus pada keamanan lingkungan sekolah.

  • Kota Jayapura, Yalimo, dan Mimika: Aksi serentak telah dilakukan sepekan sebelumnya.

Tanggapan Badan Gizi Nasional

Menanggapi masifnya penolakan di Papua, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya menghormati pilihan warga.

“Kalau yang berhak tidak ingin menerima, kami hormati,” kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/2/2026). Ia menambahkan bahwa program ini tetap berjalan di 38 provinsi bagi mereka yang bersedia menerima, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Deiyai dilaporkan aman dan kondusif, namun para pelajar mengancam akan terus mengawal isu ini hingga tuntutan mereka terkait prioritas anggaran pendidikan dipenuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top