MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Baru-baru ini, dugaan kasus pelecehan seksual menimpa guru sekolah dasar Muhammadiyah di Mamuju Sulawesi Barat.
Guru tersebut juga merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju.
Dari kronologinya, pelecehan dilakukan oleh oknum Security sekolah. Pelaku diduga mengajarkan murid sekolah tersebut bahasa seksis yang ditujukan untuk korban sebagai gurunya.
Tak hanya itu, oknum security tersebut juga sering mempertontonkan video tak senonoh kepada murid-murid Sekolah Dasar tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum PC IMM Makassar timur Roki Sugara, turut mengecam tindakan pelecehan seksual yang dilakukan terduga pelaku.
“Segala bentuk pelecehan baik itu fisik atau menggunakan kata-kata (verbal) tidak dapat dibenarkan, pelakunya harus di tindak tegas agar tak ada lagi kasus serupa muncul di lingkungan pendidikan,” tegas Roki dalam keterangan tertulisnya kepada edunews.id, Selasa (20/6/2023) malam.
Menurutnya, pelecehan seksual merupakan tindakan kejahatan yang merendahkan harkat dan martabat seorang manusia.
“Tentu kejahatan seperti itu tak boleh dimaklumi apalagi terjadi dalam lingkungan Pendidikan,” ucap Roki.
Roki juga menuntut pihak Sekolah Dasar untuk tidak melihat kasus tersebut sebagai suatu aib yang harus disembunyikan, tapi harus dibuka seterang-terangnya dan memberikan keadilan kepada korban.
“Pihak sekolah juga harus berani membuka kasus itu ke publik, dan memberikan keadilan dan keamanan kepada korban, jangan malah korban yang dirugikan karena berani melapor,” ujarnya.
Roki menekankan, sampai hari ini korban justru diberhentikan sebagai tenaga pendidik dalam kondisi masih sangat terguncang dengan kejadian yang menimpanya.
