MATARAM, EDUNEWS.ID– Ketua Ketua Masika ICMI NTB, Rahman Ayusuf, kehadiran KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ) merupakan respon moral dari masalah keumatan dan kebangsaan yang dihadapi hari ini. Selain itu, Juga KAMI bisa menjadi instrumen ( take and balance) bagi terselenggaranya pemerintah yang baik, bersih dan mitra kritis pemerintah.
“Kehadiran dan deklarasi KAMI saya kira wajar dengan problem bacaan kondisi Negara kita hari ini, dengan tujuan semata-mata untuk kebaikan republik dan tentu harus di dukung. Selain itu masalah Keumatan dan Kebangsaan menjadi tanggung jawab kita bersama bukan saja pemerintah tapi semua elemen bangsa,” kata Rahman Ayusuf, Jum’at (21/8/2020).
Menyambut baik deklarasi tersebut, Rahman juga apresiasi kepekaan dan keterlibatan beberapa tokoh nasional, dalam deklarasi itu. Seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy , Rizal Ramli hingga Rachmawati Soekarnoputri dan banyak tokoh lainnya.
Menurutnya yang ikut terlibat dalam deklarasi itu, merupakan tokoh yang tidak diragukan lagi keberadaannya di bangsa ini, mereka telah malang melintang bekerja untuk negara. Dan sangat yakin mereka memiliki integritas tinggi dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik dan moral.
Indonesia salah satu negara yang menganut sistem demokrasi semua orang bisa berpendapat. Pro dan kontra menjadi wajar dalam sistem ini. Namun yang terpenting objeknya berfikir untuk kebaikan negara. Sisi lain yang urgen dikhawatirkan itu kontrol politik luar negeri, tentu ini harus diutamakan.
“Ini menjadi alternatif ketika tidak ada lagi partai politik yang oposisi. Kedepan saya kira KAMI bisa jadi penyeimbang yang produktif dengan gagasan kotruktif, solutif serta bisa dipertanggung jawabkan,”terangnya.
