Nasional

Jokowi Perintahkan Berantas KKB Papua, Benny Wenda Bilang Begini

Benny Wenda

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, merespons perintah Presiden Joko Widodo untuk memberantas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

“Kami tahu bahwa perintah ini akan berujung pada: lebih banyak pembunuhan, penyiksaan, dan penderitaan bagi rakyat saya,” tulis Benny dalam pernyataan yang diunggah di laman ULMWP, Selasa (27/4/2021).

Benny lantas membahas pernyataan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, yang dianggap mengabaikan hak asasi manusia (HAM) dalam memberantas KKB.

“Memangnya para separatis dan teroris itu pakai teori HAM saat membunuh rakyat dan aparat yang bertugas?” ujar Bambang.

Jokowi memang memerintahkan pemberantasan ini setelah Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny, gugur dalam baku tembak dengan KKB.

“Saya perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Senin (26/4/2021).

Bambang pun mengaku siap bertanggung jawab di hadapan hukum internasional atau hukum manapun demi melindungi rakyat dan negara dalam menumpas KKB.

“Terpenting, para separatis dan teroris bisa musnah dari bumi Indonesia,” kata wakil ketua umum Partai Golkar itu.

Menurut Benny, mentalitas seperti Bambang ini yang membuat pembunuhan Pastur Yeremia Zambani bisa terjadi tahun lalu.

Ia kemudian menegaskan klaim bahwa KKB bukan kelompok kriminal, tapi pejuang untuk membebaskan negaranya dari kolonialisme.

Benny juga membahas ketakutan warga Papua Barat setelah Jokowi memerintahkan pemberantasan KKB. Menurutnya, banyak warga Papua kabur dalam 24 jam belakangan karena trauma akan kehadiran militer.

Ia juga meminta Jokowi segera menarik militer dari Papua.

“Tentara Anda dan helikopternya tak melakukan apa pun kecuali membuat takut perempuan dan anak-anak di desa,” ujarnya.

Lebih jauh, Benny juga mendesak Jokowi mengizinkan Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia masuk ke Papua Barat untuk menunjukkan kepada dunia yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Di akhir pernyataannya, Benny mengajak Jokowi bertemu untuk membahas solusi terbaik bagi konflik di Papua sekarang ini.

“Daripada merespons dengan pelanggaran HAM lebih jauh. Anda harus duduk dengan saya, presiden dengan presiden, dan menemukan jalan damai untuk memecahkan konflik kita,” katanya.

rpl

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top