JAKARTA, EDUNEWS.ID – Manajemen PT Grha Humanindo Manajemen (PT GHM) akhirnya buka suara terkait aksi demonstrasi dan pemberitaan miring yang belakangan ini menyudutkan perusahaan.
Manager Legal PT GHM, Eric Cosmos, perusahaan menegaskan bahwa tuduhan pelanggaran ketenagakerjaan dan perpajakan yang disuarakan LSM Trinusa adalah klaim tanpa dasar verifikasi yang jelas.
Menurut Eric, kegaduhan yang muncul di ruang publik sebenarnya berawal dari masalah hubungan kerja individu antara perusahaan dengan satu orang mantan karyawan saja, bukan masalah massal seperti yang dinarasikan.
“Sampai saat ini, secara hukum hanya ada satu pihak yang memberikan kuasa. Tidak ada surat kuasa kolektif atau daftar pekerja lain yang menunjukkan adanya tuntutan massal. Jadi, narasi yang berkembang di publik itu tidak sesuai fakta hukum yang kami pegang,” ujar Eric Cosmos dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026).
Eric menjelaskan bahwa sejak Oktober 2025, perusahaan memang menerima somasi terkait upah minimum, lembur, hingga pajak PPh 21. Namun anehnya, tuntutan tersebut tidak pernah disertai rincian hitungan atau dokumen pendukung yang sah.
Bahkan, belakangan muncul angka fantastis yang menyebut ada sekitar 1.000 pekerja dengan tuntutan mencapai puluhan miliar rupiah. Eric menilai informasi ini sengaja diembuskan untuk menciptakan kesimpangsiuran.
“Klaim itu muncul tanpa identitas siapa yang diwakili dan bagaimana cara menghitungnya. Ini berpotensi menyesatkan masyarakat,” tambahnya.
GHM Tegaskan Taat Pajak dan Aturan
Menanggapi tuduhan soal penggelapan pajak, PT GHM menyatakan keberatan keras. Eric menegaskan bahwa seluruh kewajiban perusahaan, mulai dari hak karyawan hingga setoran pajak PPh 21, selalu dijalankan sesuai undang-undang yang berlaku. Selama ini, operasional PT GHM juga selalu terbuka terhadap audit dari instansi berwenang.
Terkait aksi demo oleh LSM Trinusa, Eric menyebut bahwa secara hukum tidak ada hubungan langsung antara PT GHM dengan organisasi tersebut. Ia menyayangkan jika ruang publik digunakan untuk melempar tuduhan tanpa data yang bisa diuji.
Siapkan Langkah Hukum
Lebih jauh, pihak manajemen mencium adanya pola tekanan dan komunikasi yang mengarah pada upaya provokasi serta permintaan materi tertentu. Saat ini, tim hukum PT GHM tengah mengkaji temuan tersebut.
“Kami tidak akan merespons tekanan yang berada di luar koridor hukum. PT GHM akan menempuh langkah tegas untuk melindungi nama baik perusahaan,” pungkas Eric Cosmos.
Hingga saat ini, pihak PT GHM memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal dan kondusif seperti biasanya.
