News

Ribuan Petani Terdampak beroperasinya Bendungan Gerak, IKA SMP Negeri 1 Batu-batu Bentuk Tim Investigasi

SOPPENG, EDUNEWS.ID – Ikatan Alumni SMP Negeri 1 Batu-Batu resmi membentuk tim advokasi untuk membantu masyarakat pesisir Danau Tempe di Kabupaten Soppeng yang terdampak dengan adanya Bendungan Gerak di Kabupaten Wajo, Sabtu (21/5/2023).

Pembentukan tim ini merupakan rekomendasi dari diskusi yang digelar IKA tentang dampak pengerukan dan pengelolaan Bendungan Gerak pada tanggal 14 Mei 2023.

Diskusi tersebut mengurai sejumlah persoalan yang merugikan masyarakat Pesisir Danau Tempe di Kabupaten Soppeng, khususnya di Kecamatan Marioriawa dan Donri-Donri.

Masalah yang paling serius adalah air selalu tinggi akibat dari bendungan gerak yang selalu dipertahankan pada elevasi 5 meter sehingga air selalu tinggi dan menggenangi area persawahan yang sebelumnya sangat produktif.

Air tinggi yang sudah lama ini menyebabkan menurunnya tangkapan ikan para nelayan, hilangnya ikan endemik, dan munculnya ikan jenis baru yang dianggap hama oleh nelayan dan tentu berpengaruh pada penghasilan para nelayan.

Banjir yang sering terjadi akhir-akhir ini hingga meluap ke perkampungan dan menggenangi fasilitas publik seperti jalan raya ditengarai karena pengaruh adanya bendungan gerak.

Persoalan peningkatan stunting di Kecamatan Marioriawa bahkan dianggap sebagai implikasi dari menurunnya penghasilan masyarakat nelayan akibat penghasilan nelayan yang terus berkurang.

Tokoh masyarakat Marioriawa, H. Nurhan, membenarkan hal ini. Dia menegaskan bahwa kondisi nelayan dan masyarakat di sekitar Danau Tempe yang ada di Soppeng sudah memprihatinkan akibat penghasilan yang semakin sulit sejak beroperasinya Bendungan Gerak.

“Ada kurang lebih 700 nelayan yang terdampak langsung dan sekitar 2000 petani yang terdampak karena lahan pertanian tidak dapat ditanami,” kata tegas Nurhan.

Sementara itu, Ketua IKA SMP Negeri 1 Batu-Batu Sudirman Numba, menyampaikan bahwa Tim Advokasi ini dibentuk semata-mata karena kepedulian kepada masyarakat.

“Kami berharap tim ini bekerja cepat agar kondisi masyarakat di pesisir danau dan semua yang terdampak di Kecamatan Marioriawa kembali pulih,” ujarnya.

Tim advokasi tersebut diketuai oleh Rahman Yusrah, organisatoris Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (ISMI) yang juga aktivis Komunitas Hijau Indonesia di Parepare, dan Sekretaris, Anwar Razak, aktivis KOPEL Indonesia.

Hingga saat ini, jumlah anggota masih terus bertambah.

“Mereka semua adalah Alumni SMP Negeri 1 Batu-batu yang beraktifitas di banyak daerah. Mereka akan menyiapkan draft-draft advokasi dan menyusun strateginya. Untuk proses akan melibatkan seluruh alumni yang tentu memiliki jejaring dan sumber daya,” jelas Sudirman.

“Mereka akan efektif bekerja dalam 2 atau 3 bulan, termasuk melakukan respon cepat terhadap rencana adanya kebijakan baru yang diterapkan oleh pengelola bendungan gerak,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top