MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kondisi keamanan di Kota Makassar kembali menjadi sorotan tajam setelah rentetan aksi begal dan teror geng motor kembali menghantui warga. Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan angkat bicara dan meminta tindakan tegas dari pucuk pimpinan kepolisian daerah.
Bendahara SEMMI Sulsel, Nur Sri Issatul Islamiah, menegaskan bahwa fenomena kriminalitas jalanan ini sudah masuk dalam tahap darurat. Menurutnya, rasa aman masyarakat kini berada di titik nadir akibat keberanian para pelaku yang melakukan aksinya tanpa mengenal waktu dan tempat.
Minta Kapolda Turun Tangan
Sri Issatul mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajarannya dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Kota Makassar.
“Makassar sedang tidak baik-baik saja. Kami secara tegas meminta Bapak Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi kinerja Kamtibmas. Maraknya aksi pembegalan dan geng motor yang menggunakan busur ini membuktikan bahwa skema pengamanan yang ada saat ini belum efektif memberikan rasa aman bagi warga,” ujar Sri Issatul kepada redaksi edunews.id, Kamis (14/5/2026).
Keamanan Rakyat adalah Hukum Tertinggi
Menurut Sri, aparat kepolisian seharusnya tidak hanya fokus pada penanganan setelah kejadian (reaktif), tetapi lebih mengedepankan langkah pencegahan (preventif) yang terukur. Ia menilai, jika aksi serupa terus berulang, berarti ada simpul pengamanan yang kendur.
“Negara tidak boleh kalah oleh begal dan geng motor. Keamanan rakyat adalah hukum tertinggi. Kami meminta polisi kembali mengaktifkan patroli intensif di titik-titik rawan dan menindak tegas para pelaku tanpa kompromi. Tidak hanya dalam bentuk publikasi penangkapan, tetapi juga transparansi pembinaan dan pemberian hukuman pemberian. Hal ini dharapkan untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku yang belum tertangkap. Jangan biarkan warga ketakutan di kotanya sendiri,” tambahnya dengan nada tegas.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Lebih lanjut, SEMMI Sulawesi Selatan mengingatkan bahwa citra Makassar sebagai pusat ekonomi di Indonesia Timur bisa tercoreng jika persoalan begal ini tidak segera dituntaskan. Ketidakamanan jalanan akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari.
“Evaluasi ini penting agar ada strategi baru dalam menekan angka kriminalitas. Kami di SEMMI Sulsel akan terus mengawal persoalan ini hingga Makassar benar-benar bersih dari teror begal dan geng motor,” pungkas Sri Issatul Islamiah.
