BANTAENG, EDUNEWS.ID — Menghadapi tantangan darurat sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir Bantaeng, Sulawesi Selatan, komunitas seni Celebes Artwave Bantaeng menghadirkan gerakan penyadartahuan publik yang unik dan kreatif.
Melalui pameran seni instalasi bertajuk “Pinisi Plastik: Ekspedisi Seni, Lingkungan, dan Masyarakat” di kawasan Pantai Seruni, Bantaeng, acara ini memadukan kekuatan estetika seni rupa dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Pameran yang resmi dibuka hari ini dijadwalkan akan berlangsung hingga hari ini , Ahad (25/10/2026).
Daya tarik utama dari kegiatan ini adalah kehadiran patung monumental Kapal Pinisi setinggi 6 meter. Patung tersebut dibangun sepenuhnya menggunakan sampah plastik melalui proses daur ulang.
Terkait pemilihan ikon maritim tersebut, inisiator kegiatan, Rahmat Qadriyanto, S.Pd., M.Sn., menjelaskan bahwa Kapal Pinisi dipilih karena merupakan warisan budaya takbenda dunia yang telah diakui oleh UNESCO. Kapal ini bukan sekadar alat transportasi tradisional suku Bugis-Makassar, melainkan simbol filosofis dari ketangguhan, kebijaksanaan lokal, serta keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Masyarakat
Pelaksanaan pameran ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi dari pemerintah daerah. Saat meresmikan pembukaan acara, Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, M.I.Kom., menegaskan komitmen keberlanjutan agar program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Panitia, Alex Iskandar, yang menekankan pentingnya pelibatan masyarakat pesisir sebagai subjek utama perubahan.
Editor: Redaksi edunews.id

