DAERAH

Lepas dari Bayang-Bayang Komoditas Mentah, IKA ISMEI Dorong Percepatan Hilirisasi di Sulawesi

Sesi seminar Nasional Ikatan Keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselbartra) yang digelar di Aula Kantor DPD Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, pada Selasa, 29 September 2029

MAKASSAR, EDUNEWS.ID  — Diskursus mengenai masa depan ekonomi regional di Kawasan Timur Indonesia kembali mendapat angin segar. Melalui momentum pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Keluarga Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselbartra) yang digelar di Aula Kantor DPD Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, pada Selasa, 29 September 2026, organisasi ini secara tegas menyuarakan pentingnya percepatan hilirisasi dan nilai tambah (value added).

Acara pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP IKA ISMEI, Bahtiar Sebayang, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi ini menyoroti tantangan klasik pembangunan ekonomi wilayah yang selama ini terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap fokus tema hilirisasi yang diangkat. Menurutnya, Sulawesi memiliki potensi sumber daya yang sangat melimpah, namun tantangan utamanya terletak pada bagaimana memastikan potensi tersebut tidak habis di tingkat hulu.

“Sulawesi memiliki berbagai potensi ekonomi yang besar. Tantangan kita bukan hanya bagaimana menghasilkan komoditas sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana memastikan komoditas tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” ujar Aliyah. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bergerak dari sekadar mengandalkan potensi menuju produktivitas nyata yang inovatif dan inklusif.

Semangat transformasi ekonomi ini diperdalam melalui sesi seminar nasional yang menghadirkan para pakar dan pemangku kebijakan. Oki Hermawan selaku Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sulsel membedah kerentanan ekonomi regional terhadap dinamika global, sementara praktisi kebijakan publik Januar Jaury Dharwi, S.E., mengupas regulasi ideal yang harus disiapkan pemerintah daerah. Diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Wilayah IKA ISMEI Sulselbartra, Najamuddin Arfah, tersebut juga diperkuat oleh pandangan legislator DPRD Buton Tengah, Nurman, S.E., yang menekankan pentingnya produk hukum lokal dalam mendukung hilirisasi sektor riil.

Koordinator Wilayah IKA ISMEI Sulselbartra, Hasan Basri menegaskan bahwa organisasi yang menghimpun para mantan ketua BEM dari 35 kampus di tiga provinsi ini siap mengambil peran terdepan.

Dengan jaringan alumni yang telah mengisi berbagai sektor mulai dari akademisi, perbankan, birokrasi, hingga dunia bisnis IKA ISMEI berkomitmen mengawal transisi ekonomi regional agar keluar dari jebakan komoditas mentah menuju kemandirian industri yang berkelanjutan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top