BANDA ACEH, EDUNEWS.ID – Universitas Syiah Kuala (USK) menunjukkan kepedulian nyata terhadap mahasiswanya yang menjadi korban bencana alam di Sumatera baru-baru ini. Rektor USK, Prof. Marwan, menyatakan pihaknya akan membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus bagi mahasiswa yang kehilangan anggota keluarga dalam musibah tersebut.
“Kami akan memberikan bebas UKT hingga selesai kuliah. Saat ini data yang masuk baru satu orang, dan kami akan terus memastikan pendataan secara lengkap agar seluruh mahasiswa terdampak dapat terakomodasi,” ujar Prof. Marwan di Darussalam, Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
Klasifikasi Bantuan Sesuai Dampak
Berdasarkan data yang dihimpun universitas, terdapat sebanyak 3.878 mahasiswa USK yang terdampak bencana, tersebar di berbagai wilayah di Aceh. Prof. Marwan menjelaskan bahwa pemberian bantuan akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat dampak yang dialami mahasiswa agar tepat sasaran.
Bentuk bantuan yang diberikan antara lain:
-
Bebas UKT penuh hingga lulus: Khusus bagi mahasiswa yang anggota keluarganya meninggal dunia dalam bencana.
-
Bebas UKT sementara: Diberikan untuk durasi beberapa semester bagi mahasiswa dengan kriteria dampak tertentu.
-
Bantuan Biaya Hidup: Mahasiswa terdampak juga akan diupayakan memperoleh subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Ajukan Ribuan Mahasiswa ke PPAPT
Selain kebijakan internal kampus, USK juga bergerak cepat mengajukan ribuan mahasiswa korban bencana di Pulau Sumatera untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Pusat Layanan Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).
Pendaftaran bantuan biaya hidup tersebut telah dibuka sejak 9 Desember 2025. Program ini menyasar mahasiswa yang terdampak secara langsung maupun mereka yang kondisi ekonomi keluarganya terganggu akibat bencana tersebut.
“Kami terus melakukan klasifikasi agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan pendidikan mereka tidak terhenti akibat bencana,” tegas Prof. Marwan.
Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan finansial para mahasiswa sehingga mereka tetap bisa fokus menyelesaikan studinya di tengah masa sulit. (*)
