JAKARTA, EDUNEWS.ID — Asosiasi Dosen Akademisi dan Keahlian Seluruh Indonesia (ADAKSI) akan berpartisipasi dalam Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada 30 September–4 Oktober 2026.
Keikutsertaan ADAKSI menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, literasi keilmuan, serta penyebarluasan gagasan akademik kepada masyarakat. Pengunjung dapat mengunjungi Booth ADAKSI di Stand 23 setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB.
Booth ADAKSI akan menampilkan puluhan buku karya dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan tokoh nasional dari berbagai daerah di Indonesia. Karya yang dipamerkan mencakup beragam bidang, antara lain pendidikan, penerbitan, politik, hukum, ekonomi, teknologi, seni, kebudayaan, lingkungan, komunikasi, perfilman, hingga pemberdayaan masyarakat.
Beberapa karya yang ditampilkan antara lain “Mengenal Ilmu Penerbitan” dan “University Press in Indonesia” karya Anggun Gunawan; “Do’a Ibu: Mengubah Impian Menjadi Kenyataan” karya Prof. Edi Syafri; serta sejumlah buku karya Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung yang membahas demokrasi, politik, pembangunan daerah, dan kebangsaan.
Bidang media dan perfilman diwakili antara lain oleh karya Indah Susanti dan FX Yatno Karyadi. Sementara bidang seni dan kebudayaan menghadirkan buku tentang Batik Besurek Bengkulu, kerajinan perak Koto Gadang, desain produk, batik Betawi, ragam hias, nirmana, serta tradisi lokal Sumatera Barat.
Karya di bidang teknologi digital dan komunikasi membahas digital marketing, desain UI/UX, serta komunikasi profesional di bidang informatika. Bidang hukum menghadirkan buku tentang hukum perdata dan hukum waris Islam, sedangkan bidang sosial dan pembangunan masyarakat mengangkat tema pemberdayaan serta pemulihan kehidupan pascabencana.
Dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan, buku-buku yang hadir membahas keuangan daerah, ekonomi sirkular, inovasi hijau, dan kewirausahaan. Adapun bidang teknik menampilkan karya mengenai material teknik, elemen mesin, teknologi bahan, perawatan mesin industri, hingga efisiensi energi pada mesin refrigerasi.
Bidang lingkungan, biologi, dan sumber daya alam turut diwakili oleh buku tentang planktonologi, etnobotani, growth mindset dalam ekosistem sekolah, serta bioprospeksi madu kelulut. Koleksi juga diperkaya dengan karya Dayu Sri Herti mengenai transformasi Pusat Grafika Indonesia dan perkembangan media pendidikan.
Secara keseluruhan, buku-buku yang dipamerkan mencerminkan luasnya bidang keilmuan anggota dan jejaring ADAKSI dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan wilayah lainnya.
Kehadiran ADAKSI di IIBF 2026 bukan hanya menjadi ruang pamer dan penjualan buku, tetapi juga wadah pertemuan gagasan, penelitian, pengalaman profesional, kreativitas, dan pengetahuan para akademisi Indonesia. Melalui kegiatan ini, ADAKSI ingin menunjukkan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penulis, peneliti, pencipta karya, pengembang teknologi, penjaga kebudayaan, dan produsen pengetahuan bagi masyarakat.
Informasi lengkap mengenai rangkaian kegiatan IIBF 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @indonesiainternationalbookfair. Masyarakat umum, mahasiswa, peneliti, dan penggiat literasi dipersilakan mengunjungi Booth ADAKSI, Stand 23, di JCC Senayan.

