MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Nama senator senior asal Sulawesi Selatan, Tamsil Linrung, muncul dalam jajaran figur potensial pada hasil riset terbaru yang dirilis oleh Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan (Podium) LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas) pada konferensi pers di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Rabu, 21 Oktober 2026.
Survei yang dilaksanakan pada rentang periode awal hingga pertengahan Oktober 2026 ini memotret preferensi masyarakat di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan, terhadap kepemimpinan nasional menuju simulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Dalam data riset Podium Unhas mengenai elektabilitas dan keterpilihan tokoh-tokoh asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk bursa capres, Tamsil Linrung mencatatkan raihan elektabilitas sebesar 1,8 persen. Angka tersebut menempatkan Anggota DPD RI tersebut sebagai salah satu figur legislatif dan tokoh masyarakat yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Metode riset survei ini menggunakan penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling) yang terdistribusi secara proporsional di wilayah Indonesia Timur, di mana porsi sampel terbesar berasal dari Sulawesi Selatan yakni sebanyak 16 persen.
Kepala Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas, Prof. Imam Mujahidin Fahmid, dalam pemaparannya pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjelaskan bahwa pemetaan figur kepemimpinan nasional dari Indonesia Timur merupakan langkah ilmiah untuk menyerap aspirasi publik sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan daerah menuju kancah nasional.
“Peningkatan eksistensi figur-figur asal Indonesia Timur sangat dipengaruhi oleh panggung jabatan publik, rekam jejak kebijakan, serta konsistensi dalam menyuarakan kepentingan daerah,” ungkap Prof. Imam Mujahidin Fahmid saat menyampaikan hasil risetnya pada tanggal 21 Oktober 2026 tersebut.
Prof. Imam juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan saling mendukung antarfigur asal Kawasan Timur Indonesia agar dapat bersaing dalam dinamika politik nasional.
“Kalau mau ada tokoh dari timur yang muncul dan berkiprah di tingkat nasional, harus dipersiapkan sejak dini. Tidak boleh saling meredupkan, tetapi harus saling mencahayakan,” tuturnya pada forum pemaparan riset tersebut.
Masuknya nama Tamsil Linrung dalam radar simulasi kepemimpinan nasional 2029 versi Unhas ini membuktikan bahwa rekam jejak panjangnya sebagai legislator di parlemen mendapat pengakuan nyata dari pemilih di Sulawesi Selatan. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa potensi kepemimpinan dari Kawasan Timur Indonesia tetap solid dan terus menjadi pertimbangan strategis dalam lanskap politik Indonesia ke depan.

