MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pengurus Rumah Disabilitas Pusat masa bakti 2022/2023 resmi menggelar pelantikan secara daring, Selasa (27/5/2023) siang.
Pelantikan tersebut bertemakan “Membangun Semangat Baru Menuju Organisasi yang Aktif, Progresif, dan Peduli Isu Disabilitas dengan Orientasi Friendship and Leadership” yang dihadiri beberapa pembicara ternama.
Hadir sebagai pembicara diantaranya, Pepen Nazaruddin selaku Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Yenny Wahid selaku Direktur Wahid Foundation, dan Deka Kurniawan selaku Wakil Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Indonesia.
“Kami berharap pelantikan ini sebagai langkah awal memberikan perubahan positif terhadap kinerja organisasi dan mampu menampung semua aspirasi serta mengembangkan potensi seluruh masyarakat,” kata Bayu Adhi D selaku founder sekaligus Ketua Umum Rumah Disabilitas Pusat.
Sementara itu, salah satu anggota Departemen Kajian dan Aksi Strategis Nur Sri Issatul Islamiah, mengatakan bahwa Rumah Disabilitas merupakan organisasi yang inklusif.
“Sangat menarik dan benar-benar terlihat bahwa organisasi ini benar-benar inklusif. Terbukti dengan adanya juru bicara Bahasa isyarat yang dihadirkan, sehingga pembicaraan yg terjadi dalam zoom bisa dipahami oleh seluruh orang yang hadir,” ucap Sri saat dihubungi edunews.id, Minggu (28/5/2023).
Sri yang merupakan mahasiswa asal Pulau Sulawesi itu, juga memberikan pandangannya terkait isu disabilitas.
Menurutnya, Disabilitas dalam pemahaman orang-orang Sulawesi hanya dilihat berdasarkan cacat fisik semata.
“Khusus untuk di Sulsel sendiri, tak jarang Kita jumpai bahwa disabilitas kadang hanya dilihat berdasarkan cacat fisik. Akibatnya, cacat mental masih dipandang sebelah mata,” jelasnya.
Keterbatasan pemahaman tersebut, menurut Sri menimbulkan diskriminasi.
“Misalnya, akses terhadap dunia kerja atau pelatihan masih kurang tersosialisasikan dengan baik,” ujar Sri.
Sebagai informasi, Rumah Disabilitas Indonesia merupakan organisasi non profit dan NGO yang resmi lahir pada 27 Juli 2020.
Rumah Disabilitas juga merupakan salah satu organisasi berskala nasional sebagai wadah untuk memperjuangkan hak-hak disabilitas dan juga peduli anak muda terhadap isu disabilitas.
