News

Sejalan dengan Tuntutan HMI, Sekda Wajo Kecam Dugaan Penyalahgunaan Beasiswa Pammase untuk Kalangan Keluarga

Spanduk protes massa HMI (KIRI), Sekda Wajo saat menerima aspirasi HMI (KANAN) di depan Kantor Bupati, Jumat (9/6/2023) sore.

WAJO, EDUNEWS.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Armayani merespon positif tuntutan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Wajo Maju terkait dugaan penyalahgunaan 5000 Beasiswa Gerbang Pammase Pemerintah Kabupaten Wajo.

Saat menemui massa aksi, Armayani mengaku akan menindaklanjuti informasi penyalahgunaan beasiswa tersebut ke Dinas Pendidikan Wajo.

“Tentu ini menjadi perhatian bagi kami dari Pemda. Nanti kami sampaikan kepada dinas pendidikan secara teknis, karena tadi saya dengar-dengar bahwa ada diskriminasi, dimana (beasiswa) hanya diberikan kepada keluarga-keluarga terdekatnya,” kata Armayani saat berdialog dengan massa aksi di depan Kantor Bupati, Jumat (9/6/2023) sore.

Sebagai tindak lanjut, Armayani akan mengecek seluruh data terkait beasiswa pammase, kemudian akan mengkonfirmasinya ke dinas terkait.

“Itu kami akan cek datanya, kemudian konfirmasi dengan dinas pendidikan,” tambahnya.

Ia pun menyatakan tidak setuju dengan dugaan adanya diskriminasi terkait penerima beasiswa itu.

“Karena itu tidak seperti yang diharapkan pemerintah Kabupaten Wajo. Saya selaku sekda dan pribadi tidak pernah setuju dengan adanya diskriminasi terkait hal-hal seperti ini,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Saat ditanyai perihal adanya pendaftar beasiswa yang di pimpong-pimpong, Armayani membantah hal tersebut.

Menurutnya, itu hanyalah masalah pembagian kewenangan semata.

“Tidak ada pimpong-pimpong begitu. Jadi kewenangan yang ada di Dinas Pendidikan yakni pendidikan 9 tahun sampai di tingkat SMP, (sementara) SMA itukan kewenangannya Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

“Sehingga kita cari cantolannya dimana. Karena kebetulan tidak ada dinas yang bisa mengelola itu, maka menyerempetlah di Kesra. Jadi di Kesra lah disimpan kalau ada pendaftar dari kalangan SMA dan Perguruan Tinggi. Jadi tidak di pimpong-pimpong, karena jelas aturannya,” sambungnya.

Armayani pun kembali menekankan penolakannya terhadap upaya-upaya penghambat seperti informasi yang beredar.

“Kami juga tidak pernah mengharapkan hal-hal seperti itu, kami paling tidak suka kalau ada diskriminasi,” tegasnya lagi.

Berdasarkan pantauan edunews.id dilokasi, Armayani menemui massa aksi didampingi oleh Asisten Satu dan Kadis Lingkungan Hidup.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top