MUI Kota Makassar

MUI Makassar Gelar Diskusi Publik, Bahas Problem Anak

Diskusi Publik MUI Makassar di Hotel Horison Ultima Makassar, Sabtu (15/7/2023) pagi ini.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Majelis Ulama Indonesia Kota Makassar menggelar Diskusi Publik bertemakan “Dinamika Problem Anak: Dampak Sosial terhadap Pertumbuhan dan Perkembangannya” di Hotel Horison Ultima Makassar, Sabtu (15/7/2023) pagi ini.

Veni Hadju selaku narasumber pertama, mengatakan pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua terhadap anak.

Menurutnya masalah pertumbuhan anak merupakan hal penting untuk didiskusikan.

Ia memaparkan tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak diantaranya pelayanan, asupan gizi dan pendidikan.

Dari faktor pelayanan, ia menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada anak, terutama saat Ibu mengandung atau hamil.

“Misalnya faktor psikososial anak saat 1000 hari pertama dilahirkan. Umur 1000 hari pertama sangat menentukan tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Faktor psikososial yang dimaksud berkaitan dengan kebutuhan anak untuk diberi perhatian dan kasih sayang.

“Anak tidak boleh dikerasi, dibiarkan, anak butuh kata-kata lembut, dengan nasehat-nasehat yang disampaikan dengan cara yang baik,” ujarnya.

Terakhir, Akademi Unhas tersebut menyarankan MUI Makassar agar memberikan perhatian pada ibu hamil.

“Kita berharap MUI Makassar bisa mencatat jumlah ibu hamil dan membantu agar mereka bisa memberikan gizi yang cukup anaknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Makassar Suhartini yang juga menjadi narasumber kedua, mengatakan pemerintah berusaha memberikan pelayanan rehabilitasi di setiap kelurahan.

Pelayanan rehabilitasi tersebut diantaranya penanganan anak jalanan dan gangguan jiwa, anak terlantar, pemberian bantuan pengidap HIV, penertiban waria dan pekerja seks komersial.

Suhartini menyebut kasus paling tinggi adalah kekerasan terhadap anak dan perempuan dan prostitusi online.

“Di Makassar, ada satu tempat prostitusi yang sangat ingin saya tutup, tapi saya orang biasa sehingga tidak punya kekuatan,” ucapnya.

Ia menyebut tempat prostitusi tersebut berada di Jl Sungai Limboto, Kelurahan Maradekaya Utara, Kecamatan Makassar.

“Semenjak pandemi banyak anak-anak kita yang membuka prostitusi online dan menerima tamu,” ungkapnya.

Olehnya itu, Suhartini berharap peran orang tua dalam mengawasi anaknya.

“Kami sangat mengharapkan orang tua di tiap kelurahan dan kecamatan untuk membantu kami mengawasi anak masing-masing. Hal ini kemudian sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar yakni Jagai Anakta,” tutupnya.

Dari pantauan edunews.id dilokasi, kegiatan ini dihadiri Ketua MUI Makassar, seluruh Ketua Perempuan dan Remaja se Kecamatan Kota Makassar dan perwakilan organisasi wanita.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top