MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pergerakan Mahasiswa Peduli Kerakyatan (PMPK) berunjuk rasa di depan Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (21/7/2023).
Mereka mendesak Kapolda Sulsel mencopot Kapolres Pangkep yang diduga tidak mampu memberantas mafia BBM bersubsidi.
Unjuk rasa ini dilakukan karena adanya hasil investigasi dan laporan masyarakat setempat terkait kasus penimbunan BBM bersubsidi di Sulsel yang hingga saat ini belum terselesaikan.
Dugaan itu diperkuat dengan hasil investigasi yang dibuktikan oleh dokumentasi foto pada saat proses pengambilan dan diduga oknum tersebut mengambil dan menampung BBM bersubsidi.
Menurut mereka, hal ini merugikan masyarakat serta melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
Awal selaku jenderal lapangan mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan karena adanya indikasi penyelundupan BBM jenis solar yang diduga dilakukan oleh SPBU Bontomatene Kecamatan Segeri, Pangkep.
“Dimana pihak SPBU melayani pembelian bahan bakar dalam bentuk jerigen dan kuat dugaan kami yang mereka layani adalah oknum mafia migas/penumbung,tentunya hal tersebut tidak pernah dibenarkan dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia, ucap Awal.
Rencananya, PMPK akan melakukan aksi unjuk rasa jilid 2 pada kamis untuk terus mempresur Polda Sulsel agar mengakomodir tuntutan mereka.
“Saya berharap agar spbu terkait dilakukan pengawasan secara ketat oleh pihak kepolisian dan pihak dari pertamina regional VII agar pihak SPBU tidak sewenang-wenang melanggar konstitusi seakan-akan mereka kebal terhadap hukum,” tutup Awal.
