SOPPENG, EDUNEWS.ID – Tamsil Linrung melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Yasrib Kabupaten Soppeng, Rabu (2/8/2023).
Dalam kunjungannya, Tamsil Linrung disambut hangat oleh seluruh pengelola dan peserta didik Pesantren.
Ketua Pengelola Pesantren, Muh. Taslim Masri Daud bersyukur dan bangga atas kesediaan Tamsil Linrung bersilaturahmi ke Pesantrennya.
“Kami sangat terharu dan bangga, Pesantren Yasrib yang merupakan pesantren tertua di Kabupaten Soppeng dikunjungi langsung oleh bapak Tamsil Linrung,” ucap Taslim dalam sambutannya.
Ia pun menyampaikan beberapa persoalan yang dialami pesantren dan berharap melalui Tamsil Linrung persoalan tersebut dapat diaspirasikan ke pemerintah pusat.
Sementara itu, Tamsil Linrung menyampaikan bangga menyaksikan seluruh santri dan guru antusias menyambutnya.
Tamsil Linrung juga menyampaikan perhatian penuh terhadap pendidikan. Baginya pendidikan salah satu tujuan nasional berbangsa yang harus diwujudkan.
Tamsil menceritakan bahwa Ia dilahirkan dan dibesarkan untuk perhatian terhadap pendidikan.
Ia bahkan bercita-cita menjadi seorang guru dan mengakui bahwa guru agama adalah teladan bagi guru yang lain.
“Cita cita saya guru, orang tua saya guru, keluarga saya guru, begitupun jejak pendidikan saya adalah pendidikan keguruan, saya pun merasakan guru agama adalah sebaik-baiknya guru,” ujar Tamsil.
Lanjutnya, ia menyebut takdirnya bukanlah menjadi seorang guru, melainkan menjadi politisi.
“Karena saya tidak bisa jadi guru, maka saya membuat sekolah yang bisa menghargai guru-guru,” sambungnya.
Di akhir sambutannya, Tamsil Linrung berharap seluruh guru dan santri agar peduli dengan pengetahuan politik.
Baginya, dakwah dan politik satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Ia berharap agar semuanya melek politik.
“Saya menyaksikan di beberapa tempat bahwa banyak orang baik yang dipengaruhi dengan pembicaraan politik yang tidak baik. Olehnya, sebagai pejuang dakwah, kita semua harus melek politik. Di tangan kita diletakkan harapan perubahan bagi Indonesia yang lebih baik,” tutup Tamsil.
Dalam kesempatan tersebut, Tamsil menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor di pesantren tersebut.
Tamsil juga menawarkan beberapa beasiswa untuk jenjang pendidikan selanjutnya bagi santri-santri di pesantren tersebut.
Adapun informasi beasiswa yang dimaksud dapat diakses melalui Yayasan Formasita.
