Catatan Redaksi

Duta Kehormatan BPJS : Sultan Raffi Pernah Antre 6 Jam di RSUD Gak?

EDUNEWS.ID – Penunjukan Raffi Ahmad jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan itu rasanya kayak melihat orang pakai dasi mahal tapi celananya bolong-bolong. Pemerintah sepertinya lupa kalau masalah BPJS itu bukan soal kurang terkenal, tapi soal layanan yang bikin rakyat sering mengeluh elus dada.

Kita bicara data saja supaya nggak dibilang cuma nyinyir. Saat ini, jumlah peserta BPJS sudah tembus 267 juta orang. Masalahnya, jumlah fasilitas kesehatan dan dokternya nggak nambah secepat itu. Bayangkan, rasio dokter di Indonesia itu cuma 0,4 per 1.000 penduduk. Artinya, satu dokter harus melayani ribuan orang. Akibatnya apa? Pasien BPJS harus antre 4 sampai 6 jam cuma buat ketemu dokter selama 5 menit.

Sekarang pertanyaannya buat pemerintah: Apa Raffi Ahmad pernah merasakan antre dari jam 4 subuh di RSUD cuma buat dapat nomor antrean? Apa si Sultan ini pernah ditolak rumah sakit karena alasan kamar penuh, padahal badannya lagi sakit parah? Atau apa dia pernah harus beli obat sendiri ke apotek luar karena katanya stok obat BPJS lagi kosong?

Urusan kesehatan itu soal nyawa dan fasilitas, bukan soal konten Instagram. Kita masih kekurangan sekitar 140.000 dokter dan fasilitas kesehatan kita masih menumpuk 58% di Pulau Jawa saja. Jadi, mau dutanya sehebat apa pun, nggak bakal bisa menolong warga di pelosok yang harus jalan kaki puluhan kilometer cuma buat ke Puskesmas.

Memilih ikon gaya hidup mewah buat mempromosikan layanan yang sering terengah-engah ini cuma bikin rakyat merasa makin jauh dari pemerintah. Rakyat itu butuh kepastian layanan, bukan butuh lihat artis di poster sosialisasi.

Daripada bayar manajemen kesan lewat figur publik, mendingan duitnya dipakai buat bayar tunggakan klaim rumah sakit atau buat tambah fasilitas di daerah-daerah terpencil. Masalah BPJS itu urusan perut dan nyawa, bukan urusan panggung hiburan.

Jangan sampai penunjukan duta ini cuma jadi gincu untuk menutupi borok pelayanan yang makin hari makin terasa pahit buat rakyat kecil. Sudah saatnya pemerintah berhenti bikin sensasi dan mulai benahi substansi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com