JAKARTA, EDUNEWS.ID — Kementerian Koperasi memastikan megaproyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memasuki tahap soft launching operasional pada Oktober mendatang. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa dari total 23.000 unit bangunan yang telah rampung 100 persen, saat ini sebanyak 17.000 unit tengah melalui proses verifikasi dan validasi ketat.
“Dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya, gitu,” ujar Ferry saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
Ferry menegaskan, kepastian langkah operasional ini menyusul telah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai tata kelola operasional koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran KDKMP sendiri dirancang untuk mengemban tiga fungsi strategis dalam merombak peta distribusi logistik nasional di tingkat akar rumput.
Pertama, koperasi ini diproyeksikan sebagai garda terdepan penyaluran barang subsidi, mulai dari beras SPHP, minyak goreng, pupuk, hingga LPG 3 kilogram.
Kedua, KDKMP akan bertindak sebagai offtaker yang menyerap langsung hasil tani, ternak, dan perikanan warga setempat.
Ketiga, fasilitas ini sekaligus menjadi pusat distribusi program bantuan sosial pemerintah pusat seperti BLT, PKH, hingga bantuan pangan non-tunai.
“Jadi memang ini agak merubah peta distribusinya, tetapi ini diputuskan oleh Bapak Presiden semata-mata adalah supaya masyarakat penerima hak dari barang-barang bersubsidi itu bisa mendapatkan harga dan juga jumlah barang yang sesuai dengan jumlah masyarakat atau penduduk di desa atau kelurahan tersebut,” pungkas Ferry.

