DAERAH

Andi Tenri Palallo Dilantik Sebagai Kadis Perpustakaan, Begini Harapan Ketum HMI MPO Makassar

Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto didampingi Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi melantik 16 pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di di dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar, Senin 26 Juli 2021 lalu.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID– Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto didampingi Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi melantik 16 pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Pelantikan tersebut berlangsung di dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar, Senin 26 Juli 2021 lalu.

Diketahui para pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya, sebelumnya telah mengikuti seleksi uji kepatutan dan kelayakan (job fit) yang digelar Pemkot Makassar pada bulan April lalu.

Adapun dari 16 pejabat eselon II pemerintahan Makassar salah satunya yang dilantik yakni, Andi Tenri Palallo sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Andi Tenri Palallo sebelumnya menjabat sebagai Kadis PPPA Kota Makassar.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Makassar 2021-2022, Akbar berharap pada pelantikan pejabat baru eselon II pemerintahan Makassar khususnya kepada Kepala Dinas Perpustakaan, Andi Tenri Palallo menjadi semangat dan spirit baru  untuk memperpanjang nafas literasi masyarakat Kota Makassar.

“Kami memandang program pemerintah khususnya terkait literasi masih kurang di Kota Makassar. Semoga dengan dilantiknya Ibu Andi Tenri Palallo sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang baru, menjadi semangat yang baru untuk memperpanjang nafas literasi masyarakat Kota Makassar,” ungkap Akbar saat dihubungi oleh kru edunews.id, Rabu (28/7/2021).

Lebih lanjut,  penulis buku ‘Membaca ragam realitas sosial’ ini menuturkan, dengan adanya jargon smart city yang dibangga-banggakan oleh Wali Kota Makassar, tentu menjadi tantangan bagi Dinas Perpustakaan kota Makassar yang mesti hadir mengimbangi jargon tersebut sehingga tidak terkesan jargon semata.

“Dinas Perpustakaan Kota Makassar mau tidak mau harus mengimbangi jargon smart city yang dibangga-banggakan oleh Wali Kota Makassar. Dinas Perpustakaan harus hadir dan mendorong masyarakat agar mencintai literasi melalui lingkungan terdekat mulai dari lingkungan keluarga, melibatkan organisasi kepemudaan dan mahasiswa serta membuka luang publik literasi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat,” harap mahasiswa jurusan sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.

Dirinya berharap, konsep ‘smart city’ sebagai salah satu jargon Kota Makassar tersebut dapat terwujudkan dengan keseriusan serta program yang kongkrit dari pemerintah kota Makassar khususnya Dinas Perpustakaan kota Makassar. Misalnya, dengan memberikan akses dan menfasilitasi penerbitan buku karya-karya anak muda dan mahasiswa yang ada di kota Makassar.

“Ini penting, karena kita ingin Kota Makassar menjadi ‘smart city’, yang dapat diwujudkan tentunya salah satunya dengan penghidupan budaya-budaya literasi publik,” tutup Akbar. (yusuf/edu)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top