DAERAH

Dihadirkan Sebagai Saksi Sidang Suap BPK, Majelis dan JPU Tolak Penjelasan Agung Sucipto

Suasana Persidangan di PN Kota Makassar, Selasa (21/2/2023)

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Sidang lanjutan dugaan kasus suap terhadap 4 Terdakwa eks Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 3 orang saksi dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (21/2/2023).

Agung Sucipto, terpidana pemberi suap Nurdin Abdullah yang juga dihadirkan oleh KPK dalam kesaksiannya beberapa kali dicecar penuntut umum dan Penasehat hukum, sebab memberi keterangan yang berubah-ubah.

Saat memberi keterangan BAP di hadapan penyidik, Agung menyampaikan jika dirinya bertemu Terdakwa Wahid Iksan Wahyuddin di lokasi pemeriksaan proyek Pekerjaan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan pada Tahun 2019 dan melakukan pemberian uang sebesar Rp 225 Juta. 

Namun saat di persidangan, dirinya menyampaikan bahwa keterangan tersebut tidaklah benar.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah mengkonfirmasi stafnya terkait hasil pemeriksaan di BAP oleh penyidik.

Menurutnya, keterangan yang disampaikan tersebut berbeda sebab saat diperiksa oleh penyidik KPK, kondisi dirinya masih shock dikarenakan baru keluar dari penjara, sehingga Agung baru mengkonfirmasi ke stafnya saat pemeriksaan selesai dilaksanakan.

Namun meskipun Agung Sucipto telah menyampaikan hal tersebut, Majelis yang dipimpin oleh Hakim Muh. Yusuf Karim dan Penuntut Umum dari pihak KPK justru berpendapat lain.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Saksi Agung Sucipto di persidangan merupakan keterangan palsu dan yang benar adalah keterangan yang berada di BAP hasil pemeriksaan oleh penyidik.

Hal tersebut dapat terlihat dari penyampaian Majelis Hakim dan penuntut umum yang selalu memotong keterangan Saksi Agung Sucipto dan memberi ancaman keterangan palsu pada saat penyidikan.

Lebih lanjut, Penasehat Hukum Terdakwa Wahid saat diberi kesempatan bertanya oleh Majelis menggunakan kesempatan tersebut bertanya kepada saksi Andi Nur Amaliah dari Inspektorat yang mendampingi BPK untuk pemeriksaan Tahun Anggaran 2019.

Dari situ, diketahui bahwa tidak pernah ada permohonan uji petik di Ruas Jalan Palampang – Munte – Bontolempangan Tahun Anggaran 2019 dan tidak pernah ada kegiatan pemeriksaan BPK di pekerjaan tersebut seperti keterangan BAP Saksi Agung Sucipto. 

Baca Juga :   Mensos Tri Rismaharini Mendadak Berkunjung ke Sinjai Barat

Dalam persidangan tersebut, Saksi Agung Sucipto juga dipanggil untuk maju kedepan oleh majelis Hakim guna memperlihatkan bahwa saksi telah menandatangani dan memberi paraf pada BAP miliknya. 

Namun saksi tetap bersumpah bahwa tidak pernah bertemu dengan Terdakwa Wahid Iksan dan menyatakan bahwa tidak pernah ke lokasi pekerjaan.

“Bisa ditanyakan kepada tokoh-tokoh masyarakat dan pegawai, saya tidak pernah turun ke lapangan,” tegasnya. 

Namun Majelis Hakim justru menyampaikan kepada saksi, jika mengubah keterangan, maka semua keterangan saksi hanya imajinasi.

“Kalau kamu mengubah keteranganmu ini, maka semua yang kamu berikan keterangan hanya imajinasi saja,” tutur majelis.

Bahkan majelis di persidangan tersebut menyinggung bahwa saksi sudah pernah dihukum dengan perkara Tipikor selama 2 tahun, dan bisa dihukum lagi.

Setelah mendengar adanya ancaman tersebut, barulah Agung Sucipto menyatakan bahwa keterangannya sudah sesuai BAP di tahap penyidikan, meskipun sebelumnya telah dilakukan perubahan kesaksian sebanyak 3 kali dari Saksi Agung Sucipto.

Sekadar untuk diketahui, sesuai dengan ketentuan Pasal 163 KUHAP terkait perbedaan keterangan saksi di persidangan, jika keterangan saksi di sidang berbeda dengan keterangan yang terdapat dalam berita acara, hakim ketua sidang mengingatkan saksi tentang hal itu.

Selain itu pasal 185 ayat (1) KUHAP menegaskan bahwa yang dimaksud sebagai keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. Sehingga, adanya penyampaian yang berbeda terkait keterangan dari Saksi Agung Sucipto di BAP dan persidangan, seharusnya keterangan persidangan yang berada di bawah sumpahlah yang seharusnya didahulukan oleh Majelis Hakim sebagai wasit dalam mencari kebenaran materiil.

Selain Agung Sucipto, turut hadir sebagai saksi dalam persidangan lanjutan ini adalah A. Nur Amaliah dari Pihak Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan dan Andi Ismayanti selaku Kasubag keuangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

Kirim berita ke email : [email protected][email protected]

ALAMAT

  • Jl. TB Simatupang, RT.6/RW.4, Jati Padang, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540 Telepon : 021-740740  – 085171117123

__________________________________

  • Graha Pena Lt 5 – Regus Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Makassar Sulawesi Selatan 90234 Telepon : 0411 366 2154 –  085171117123

Copyright © 2016 @edunews.id

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com