DAERAH

Kontraktor Soppeng Haji Haeruddin Diperiksa KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi NA

Kontraktor yang berasal dari Kabupaten Soppeng, Haji Haeruddin.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kontraktor yang berasal dari Kabupaten Soppeng atau Direktur PT Lompulle, Haji Haeruddin kini diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi pada kasus dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Non Aktif,  Nurdin Abdullah.

Diketahui, perusahaan miliknya, mengerjakan proyek jalan yang berada di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan,

Menurut, Ketua DPC Permahi Makassar, Agung Marwansyah mengatakan, paket preservasi jalan yang dikerjakan oleh PT Lompulle meliputi ruas Lajoa-Pacongkang-Citta Tobenteng dengan nilai kontrak 13,5 diduga kuat adanya indikasi tidak sesuainya dengan kontrak yang disepakati. terdapat kekurangan volume dan volume terpasang dibawah batas toleransi, hal tersebut menjadi temuan BPK.

“Hal ini juga menjadi temuan BPK RI perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2019,” kata Agung.

Lanjut Agung, atas temuan tersebut ia menduga terjadi tindak pidana korupsi pada proyek pembangun ruas jalan tersebut.

“Kejahatan yang luar biasa ini bukan hanya merugikan keuangan negara tapi berdampak pada seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Hal ini diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkap Agung

Ia juga menanggapi, adanya sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) yang mengembalikan uang dugaan suap dari oknum kontraktor.

“Pengembalian keuangan kerugian negera merupakan sebagai bukti adanya tindak pidana korupsi,” tegas Agung.

Olehhnya itu Agung mendorong kepada aparat penegak hukum untuk bisa mengungkapkan fakta-fakta dan menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi Nurdin Abdullah yang dilakukan secara massif.

Sebelumnya, Nama Haji Haeruddin, yang akrab disapa HH itu, dikenal sebagai salah satu kontraktor berpengaruh.

Dilansir lpse.sulselprov.go.id, Senin (24/5/2021) perusahaan Haeruddin tersebut pernah memenangkan tender pembangunan jalan pada 2019 lalu di Soppeng.

Nama tendernya, Preservasi Jalan Ruas Lajoa – Pacongkang – Citta – Tobenteng.
Proses tender melalui satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan (PUTR Sulsel) dengan menggunakan APBD 2019.

PT Lompulle yang beralamat di Jl Allaporeng Soppeng teken kontrak pada (26/6/2019) lalu.

Dimana harga terkoreksi sekitar Rp13,56 miliar.

Angka itu di bawah dari pagu sekitar Rp 14 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp 13,99 miliar.

Ia berhasil mengalahkan 21 perusahaan berkualifikasi non kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top