DAERAH

Siapa Bangun Masjid Mirip Ka’bah di Soppeng Sulsel? Ini Profilnya

Masjid Al Zamzam yang dibangun Nur Apriliana terletak di Kelurahan Batu-Batu, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

EDUNEWS.ID – Nur Apriliana punya cerita menginspirasi. Ibu dari dua anak itu merupakan Owner PT Juragan Kosmetik Indonesia (PT JKI).

Di balik kerja kerasnya di bisnis kosmetik, ia membangun masjid megah bernama Al Zamzam di tanah kelahirannya, Kelurahan Batu-Batu, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Nur Apriliana mengatakan, Masjid Al Zamzam ini menghabiskan biaya kurang lebih Rp3 miliar.

Desainnya mirip Kakbah yang ada di Mekah, Arab Saudi.

“Syukur Alhamdulillah karena akhirnya masjid Al Zamzam telah selesai dibangun dan Alhamdulillah telah diresmikan tanggal (25/11/2021) lalu. Masjid ini merupakan rejeki dari Allah SWT yang harus kita rawat, dijaga dan makmurkan bersama,” katanya dalam rilisnya.

Di balik kemegahan masjid ini, Lia sapaanya menceritakan bagaimana pertolongan dan kekuasaan Allah membantu dia untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Al Zamzam.

“Ketika mulai membangun Masjid Al Zamzam, tabungan saya hanya sekitar Rp1 miliar dan saat itu keluarga kecil saya belum memiliki rumah pribadi. Namun, saya yakin bahwa saya harus membangun masjid dengan desain dan material terbaik terlebih dahulu,” ujarnya.

“Dan saya akui memeng banyak orang-orang yang mengkhawatirkan apa yang saya lakukan pada saat itu,” jelasnya.

Namun, diakui Lia, setelah memulai pembangunan masjid Al Zamzam, bisnis kosmetik yang ia jalankan terus mengalami peningkatan sangat drastis.

Bahkan, tanpa disadari Lia telah mewujudkan semua impian masa-masa kecilnya.

Masjid Al Zamzam yang dibangun Nur Apriliana terletak di Kelurahan Batu-Batu, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Dulu saya belum memiliki rumah pribadi, namun saat proses pembangunan masjid berlangsung, Alhamdulillah saya telah berhasil memiliki beberapa rumah mewah di Kota Makassar,” katanya.

“Bahkan PT JKI yang dahulu hanya sebatas bisnis kosmetik biasa, akhirnya telah memiliki 3 brand besar, yakni produk Zam2JK, LJK Aesthetic Clinic, dan Juragan Jilbab,” jelasnya.

Uniknya, saat pengerjaan Masjid Al Zamzam telah rampung, PT JKI mencatat keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan saat masjid dalam proses pembangunan.

“Saya merasakan bahwa keuntungan PT JKI mengalami penurunan selama Masjid Al Zamzam telah selesai didirikan,” katanya.

“Ini semua bukti kekuasaan Allah SWT, insya Allah kalau kita libatkan Allah di setiap aktivitas, maka dunia dan seisinya akan ikut kita dapatkan,” sambungnya.

Lia juga menyampaikan salah satu prinsip yang selalu dia yakini dalam proses perjalanan hidupnya.

“Saya memiliki prinsip bahwa untuk kehidupan di dunia tidak boleh di luar dari kapasitas yang kita miliki, namun untuk urusan akhirat seperti sedekah, kita harus selalu berniat di luar dari kapasitas yang kita miliki,” ujarnya.

“PT JKI dan Masjid Al Zamzam tidak dapat terwujud tanpa dukungan dan doa semua pihak. Maka melalui kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih dan berdoa agar apa yang kita lakukan selalu bernilai ibadah oleh Allah SWT,” tutupnya.

 

Sumber : tribun

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top