JAKARTA, EDUNEWS.ID – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) secara resmi menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto, DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan reformasi profesi dosen sebagai agenda strategis nasional. ADI menegaskan, tanpa penguatan peran dan kesejahteraan dosen, visi Indonesia Emas 2045 akan sulit terwujud.
Menurut ADI, isu dosen tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan kesejahteraan pribadi, melainkan masalah krusial terkait masa depan daya saing bangsa di era ekonomi berbasis pengetahuan, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan transformasi digital.
Aset Strategis
Ketua Umum ADI, Prof. Mohammed Ali Berawi, menekankan bahwa di negara-negara maju, dosen diposisikan sebagai aset strategis negara. Mereka didukung dengan kesejahteraan yang mumpuni, jalur karier akademik yang jelas, pendanaan riset yang kuat, serta jaminan kebebasan akademik.
“Dosen bukan sekadar pengajar di ruang kuliah, tetapi penggerak lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan kepemimpinan bangsa. Apabila kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka reformasi profesi dosen harus menjadi agenda strategis nasional,” ujar Prof. Ali Berawi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2026).
ADI menyoroti fakta miris di lapangan: masih banyak dosen Indonesia yang menghadapi keterbatasan pendanaan penelitian, beban administrasi yang mencekik, hingga jenjang karier akademik yang macet. Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan tuntutan zaman yang menuntut inovasi tinggi.
Pembangunan SDM
Mengutip data OECD dan Bank Dunia, ADI mengingatkan bahwa negara yang mampu melompat menjadi negara maju adalah mereka yang berani berinvestasi besar pada pendidikan tinggi dan penguatan karier akademik. Produktivitas riset dan inovasi yang kuat, menurut ADI, adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Prof. Ali Berawi menambahkan bahwa pembangunan nasional seharusnya tidak hanya diukur melalui besarnya investasi fisik seperti infrastruktur, tetapi juga dari kualitas investasi terhadap sumber daya manusia (SDM).
“Negara maju menunjukkan bahwa dengan memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kuat, maka banyak inovasi dan riset berkualitas tercipta. Memberikan penghargaan yang layak bagi dosen merupakan cara menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul,” jelasnya.
Isu Strategis
ADI sangat berharap Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus dan menjadikan isu ini sebagai bagian dari strategi nasional. Dosen yang memiliki kepastian karier dan dukungan penuh, diyakini akan lebih produktif dalam menghasilkan penelitian berkualitas serta mencetak lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan global yang cepat.
Jika reformasi ini berhasil, ADI optimistis akan ada dampak berantai (multiplier effect) bagi seluruh sektor pembangunan nasional, mulai dari daya saing industri hingga kemandirian teknologi bangsa.
“Bangsa yang maju selalu dimulai dari keberaniannya menghargai ilmu pengetahuan dan para pendidiknya,” pungkas Prof. Ali Berawi. (*)
