DAERAH

PMII Kota Makassar Demo Depan AAS Building, Bela Warga Lakkang Ca’di dari Ancaman Penggusuran

MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Jalan Urip Sumoharjo, tepat di depan Kantor AAS Building, Rabu (29/7). Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas nyata terhadap sekitar 40 kepala keluarga (KK) di Lakkang Ca’di yang terancam kehilangan ruang hidup akibat dugaan praktik mafia lahan.

Wilayah seluas kurang lebih 70 hektare yang telah dikelola warga secara turun-temurun selama puluhan tahun ini kini mendadak menghadapi gugatan hukum. Tidak hanya itu, warga juga dilaporkan mengalami intimidasi serta upaya pembelian tanah secara sepihak dengan harga murah.

Dalam aksinya, massa PMII menyampaikan sejumlah desakan tegas kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Gerakan ini menuntut agar segala bentuk pembangunan di wilayah Lakkang yang berpotensi merusak lingkungan serta menghilangkan mata pencaharian warga harus segera dihentikan. PMII juga mengecam keras segala upaya perampasan lahan yang merugikan masyarakat kecil, sekaligus mendesak diakhirinya segala bentuk premanisme, intimidasi, serta dugaan kecurangan dalam praktik jual beli lahan di Lakkang Ca’di. Selain itu, massa dengan tegas mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum AAS Building dalam transaksi sepihak maupun transaksi ilegal yang berkaitan dengan lahan di kawasan tersebut.

Jenderal Lapangan aksi, Muhammad Fahril, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi aksi di depan Kantor AAS Building memiliki makna simbolik yang kuat. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena diduga berkaitan langsung dengan pihak-pihak yang berupaya merampas tanah warga.

“Aksi ini adalah bentuk solidaritas kepada warga Lakkang yang sedang menempuh proses hukum di pengadilan. Sekaligus menjadi simbol keberpihakan kami kepada warga yang lahannya hendak dirampas oleh mafia-mafia lahan di Kota Makassar. Kami ingin memastikan perjuangan masyarakat kecil tidak berjalan sendiri,” tegas Fahril, dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026) malam.

Fahril juga membeberkan bahwa Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, sebelumnya telah turun tangan meninjau langsung kawasan Lakkang Ca’di. Ironisnya, wilayah yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga, bahkan menjadi salah satu wilayah penting sebagai daerah resapan air Kota Makassar kini tiba-tiba digugat pihak lain.

“Pihak AAS Building beberapa kali datang ke lokasi untuk memasang patok dan menawarkan pembelian lahan kepada warga dengan harga yang sangat murah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PMII Kota Makassar, Muh. Arfiansyah Aris, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari hasil observasi dan data valid langsung dari jeritan masyarakat Lakkang. Ia memastikan bahwa aksi perdana ini bukanlah akhir, melainkan awal dari konsolidasi panjang perlawanan mahasiswa.

“Aksi ini bukanlah yang terakhir. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai warga mendapatkan keadilan dan perjuangan mereka membuahkan kemenangan. Lakkang adalah wilayah yang wajib diperjuangkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan fungsi ekologis sebagai wilayah resapan Kota Makassar,” tegas Arfiansyah.

Melalui aksi solidaritas ini, PMII Kota Makassar mendesak agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam, serta berkomitmen untuk mengedepankan keadilan dan transparansi demi melindungi hak-hak masyarakat kecil di Lakkang Ca’di. (*/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top