Kampus

Kedokteran Hewan Unhas Bahas Lingkungan Bebas Rabies Sulsel

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menyelenggarakan seminar nasional bertemakan Kolaborasi Disiplin Ilmu dalam Mewujudkan Lingkungan Bebas Rabies di Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai jam 9 pagi secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Jumat (24/09/2021).

Hadir sebagai narasumber yakni:

1. Dr drh Nuryani Zainuddin MSi (Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian Republik Indonesia).

2. drh Anak Agung Putu Joni W MSi (Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Sulawesi Selatan).

3. dr Sudirman Katu Sp PD KPTI (Dosen Fakultas Kedokteran Unhas Divisi Infeksi Tropis).

Ketua Panitia Ahmad Fadilla menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian Dies Natalis ke-65 Unhas, yang bertujuan mendiseminasi informasi pentingnya pengendalian penyakit rabies bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen PKH (Dr Ir Nasrullah MSi) yang diwakili oleh drh. Nuryani Zainuddin, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Unhas yang menghadirkan forum pengembangan ilmu pengetahuan tentang penyakit rabies. Beliau mengatakan rabies merupakan penyakit yang penting untuk diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Rabies merupakan penyakit hewan menular berbahaya, dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara tepat. Program pengendalian adalah tanggung jawab bersama tidak hanya kementerian kesehatan hewan, tapi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap, seminar ini bisa meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan bahaya rabies,” terang Nuryani.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Dekan FK Unhas Prof dr Budu PhD SpM(K) MMedEd Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan seminar nasional dengan tema strategis.

Kegiatan ini merupakan pengingat untuk lebih menjaga dan menghadirkan lingkungan bebas rabies.

Setelah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. drh Nuryani Zainuddin sebagai salah satu pemateri memaparkan terkait “Peran Kementerian Pertanian dengan Pendekatan One Health (OH) dalam Upaya Penanganan Rabies”.

Dalam penjelasannya, drh Nuryani mengatakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian memiliki visi mewujudkan pelayanan kesehatan hewan menuju status kesehatan hewan yang ideal dengan beberapa langkah strategis, antara lain melalui Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) dan sumber daya manusia kesehatan hewan yang tersebar di Indonedia.

Puskeswan menghadirkan beberapa layanan seperti penyehatan hewan, pelayanan kesmavet, pelaksanaan epidemiologik, informasi veteriner dan kesiagaan darurat wabah hingga pelayanan jasa veteriner.

“Rabies adalah penyakit fatal yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan mamalia lain dengan mortalitas 100%, ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies. Fakta menunjukkan setidaknya ada 95% kasus rabies disebabkan oleh gigitan anjing. Lebih dari 40% kasus rabies terjadi pada anak-anak,” ujar drh Nuryani.

Tanda klinik bagi Hewan Penular Rabies (HPR) diantaranya perilaku abnormal, mengigit tanpa provokasi, air liur berlebihan, menggigit dan mengunyah objek bukan makanan, berkeliaran tanpa tujuan. Olehnya itu, untuk mencegah hewan sebagai HPR diperlukan pemberian vaksinasi secara rutin dan jauhkan hewan peliharaan dari hewan liar.

“Peran Kementerian Pertanian dengan Pendekatan One Health (OH) dalam Upaya Penanganan Rabies dilakukan dengan beberapa langkah strategis seperti mengeleminasi rabies pada anjing, penguatan surveilans pada manusia dan anak, penguatan legislasi hingga mobilisasi sumber daya,” ungkap drh Nuryani.

Setelah pemaparan materi dari seluruh narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 200 peserta berlangsung lancar dan dijadwalkan berakhir pukul 12.00 Wita. (*/mir)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top