Kampus

Mahasiswa FISIP UAJY Juara Kontes Fotografi UGM 2016

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Edwin Victor Suot, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) angkatan 2014 menjuarai kontes fotografi yang diadakan Ilmu Komunikasi Fisipol UGM – Ajisaka pekan lalu. Ajisaka yang merupakan event tahunan itu, kali ini mengambil tema besar Lost Identity dengan kehilangan identitas dari kehidupan sosial.

Edwin mengambil kategori Arjurna – perlombaan khusus bagi para penikmat foto. Berbekal pengalaman mengikuti perlombaan yang sama tahun lalu, kali ini Edwin mengaku benar-benar berkonsentrasi pada perlombaan karena ia berpikir jauh dalam usaha membedah brief yang diberikan panitia.

“Identitas yang dimaksud ini luas, jadi saya berpikir jauh dan luas dalam memaknai identitas yang dimaksud,” ungkap Edwin.

Perlombaan ini meliputi entry karya di mana setiap peserta berhak mengirimkan karya lebih dari satu, dan kemudian karya tersebut dipilih dan kemudian dipajang pada galeri Ajisaka.

Menjadi juara tiga ini menurutnya tidak terduga, pasalnya ketika ia mengerjakan brief ia tidak mengerti benar mengenai keidentitasan yang dimaksud dalam brief.

“Saya mengirimkan karya itu sudah minus satu jam sebelum penutupan, benar-benar saya stuck dan dikejar waktu. Akhirnya saya juga tidak hunting foto, tapi memakai stock foto saya. Puji Tuhan saja saya bisa jadi juara 3 dalam ajang kompetisi fotografi nasional,” tambah Edwin.

Selain sibuk kuliah, Edwin juga sibuk mengikuti komunitas fotografi jurnalistik di FISIP UAJY yang bernama FJK (Fotografi Jurnalistik Klub). Pada komunitas ini ia mengembangkan skill danconcept mengenai dunia fotografi.

“Komunitas ini sangat membantu saya di bidang ilmu fotografi, bagaimana cara memegang kamera dan menangkap momen,” ujarnya.

Karya Edwin berbicara mengenai seseorang yang sedang dalam kerumunan alunan diskotik namun sesaat ia melamun dan seakan hilang akan jati dirinya karena sebenarnya ia tidak menyukai musik diskotik. Seseorang tersebut merasa kehilangan identitasnya karena seharusnya ia tidak berada di tempat tersebut, ia hanya mengikuti arus jaman yang menganggap keren ‘anak diskotik’. Itulah karya yang diangkat oleh Edwin yang kemudian menghantarnya menjadi juara tiga.

To Top