Kampus

Pendidikan Berbasis Simulasi Dinilai Perlu untuk Capai Tujuan Pendidikan

Rektor Podomoro University Dr Cosmas Batubara

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Rektor Podomoro University Dr Cosmas Batubara mengatakan pendidikan berbasis simulasi diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui pembelajaran berbasis pengalaman.

“Metode simulasi sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Sebanyak 70 persen mahasiswa dapat memahami ilmu yang dipelajarinya melalui simulasi,” ujar Cosmas di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Pemahaman ilmu tersebut sangat penting, agar mahasiswa mampu bersaing di dunia global ketika menjadi pebisnis atau bekerja di perusahaan nanti. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan PT Monsoon Academy sebagai perancang ERP Monsoonsim dalam menyelenggarakan kegiatan yang menunjang pendidikan.

“Pada tahun ini, kami mengadakan kompetisi Enterprise Resource Planning (ERP) National Business Competition 2017, yang bertujuan agar mahasiswa lebih memahami apa yang dipelajarinya,” kata dia.

Kompetisi itu merupakan kompetisi virtual membangun perusahaan di mana satu tim terdiri dari direktur, pemasaran, produksi, akuntan, dan pembelian.

“Jadi ini kompetisi virtual bisnis dengan membangun perusahaan. Di mana tim harus membuat keputusan-keputusan bisnis dengan tepat,” kata President Monsoon Academy Abdy Taminsyah.

Para peserta kompetisi virtual bisnis diberi tantangan bagaimana memenangkan bisnis dengan dana terbatas dan sumber daya terbatas. Peserta lomba terdiri dari berbagai tim dari universitas di Tanah Air.

“Dua tim pemenang kompetisi antar universitas akan dikirim ke Thailand pada 6 Oktober mendatang. Mereka akan bertanding melawan tim dari Singapura, Hong Kong, Filipina, Srilanka, Malaysia, Thailand, Australia,” kata Abdy.

Lomba itu akan diikuti oleh tim-tim dari sembilan negara dari Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Antara lain Singapura, Thailand, Malaysia, Srilanka, Vietnam, Filipina, Hong Kong, Australia.

“Pada 2015 Indonesia juara satu dalam kompetisi virtual bisnis ini. Pada 2016, Thailand juara satu, Indonesia juara dua, pada 2017 kami harap minimal Indonesia juara dua,” ujar Abdy.

To Top