Kampus

Perkenalkan SISTech, UPH Undang 20 SMA se-Jabodetabek

Penandatanganan MoU antara UPH oleh Rektor UPH dengan Jonathan L. Parapak (kanan), dengan Johanes Tong, Presiden Direktur dan Direktur Independen PT Indonesia Media Televisi

TANGERANG, EDUNEWS.ID – Dalam rangka memperkenalkan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pelita Harapan (UPH) yang secara resmi berganti nama menjadi School of Information Sistem and Technology (SISTech), UPH mengundang 20 SMA se-Jabodetabek untuk mengikuti seminar tentang pentingnya peran teknologi infromasi di masa mendatang.

Rektor UPH, Jonathan L. Parapak mengatakan, UPH memiliki komitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing di bidang IT. Untuk itu, dengan berbagai pertimbangan, bersepakat mengubah Fakultas Ilmu Komuter menjadi SISTech sehingga dapat bersinergi dengan dunia industri.

“Kita mengubah FIK ini agar lebih meningkatkan peran teknologi informasi, karena kita akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahan dibawah naungan Lippo Group dengan harapan para siswa benar- benar praktik sehingga dapat menghasilkan lulusan terbaik bagi pembangunan bangsa,” kata Parapak dalam sambutan Pembukaan Seminar yang bertemakan The Future Of Information Science and Techology And Its Role In Transformation Our Society di Gedung D Ruang D501, UPH Karawaci,Tangerang, Banten, kemarin (15/11/2016).

Selanjutnya, dijelaskan dia, Fakultas SISTech UPH mengembangkan suatu sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Terbukti telah banyak menghasilkan para alumni yang bisa berkarya di dalam maupun di luar negeri. Baik yang berkerja di perusahan internasional maupun yang bergerak sebagai entrepreneur.

Untuk itu, dalam rangka memperkenalkan SISTech UPH menggelar Public Forum yang mempertemukan industri TI, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk berbagi pengalaman dan pandangan dalam hal perkembangan TI di Indonesia.

Selanjunyta, ia menjelaskan, forum ini juga ditujukan untuk meningkatkan kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia industri dengan mengudang sekolah- sekolah se-Jabodetabek. Dengan harapan para siswa dapat pemahaman akan pentingnya teknologi informasi dimasa mendatang.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi, Herry Abdul Aziz mengatakan, kurikulum pendidikan di UPH sangat sesuai dengan kebutuhan industri di era digital ini. Maka dalam menyukseskan program pemerintah, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan UPH dibidang pengembangan kemajuan teknologi.

Ia menyebutkan, dalam pengembangan teknologi, pemerintah tidak dapat berkerja sendiri. Butuh kerja sama dengan perguruan tinggi dalam pemanfaatan teknologi. Dalam hal ini, pihaknya menilai UPH sebagai kandidat kuat untuk dirangkul. Pasalnya, UPH banyak menghasilkan alumni yang terlibat dalam pembuatan startup digital.

“Berdasarkan penilaian dari berbagai pihak kami memutuskan UPH bisa mengisi kesempatan untuk bekerjasama membangun startup digital karena UPH merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi A yang banyak terlibat dalam pengembangan startup,”tuturnya.

To Top