Kampus

PKN STAN Dituntut Tingkatkan Kualitas Pendidikannya

KAMPUS PKN STAN

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akutansi Negara (PKN STAN) dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Hal itu guna menjamin setiap lulusannya menjadi individu berkualitas dan berintegritas yang bertugas sebagai pelaku eksekusi keuangan negara.

PKN STAN merupakan kampus kedinasan yang merupakan anak kandung Kementerian Keuangan ini memang berfungsi untuk menghasilkan pegawai negara yang nantinya akan terlibat dan bertanggung jawab pada urusan terkait penerimaan dan pengeluaran negara, kebijakan fiskal, serta kebijakan keuangan negara lainnya.

Dosen D-4 PKN STAN Irwanda Wisnu Wardhana mengatakan dengan tuntutan sebesar itu, kampus menerapkan standar yang tinggi sejak awal bagi para calon mahasiswanya. Bukan hanya itu, seluruh proses berlangsung ketat, sejak proses pendaftaran, perkuliahan, hingga memasuki tahap pekerjaan.

“Tujuannya untuk menjaga kualitas. Kami ingin memproduksi individu yang siap tempa, siap bersaing, dan menjadi lulusan yang siap bekerja. Proses pada penjaringan awal sudah berat dengan tingkat kelulusan sekitar 5 persen. Saat kuliah juga belum tentu lulus karena ada sistem DO (Drop Out), dan dalam penempatan kerja juga ketat persaingannya,” kata Wisnu, Minggu (20/11/2016).

Dengan kebutuhan spesifikasi individu yang cukup tinggi, sambungnya, sistem pendidikan yang berlaku sangat ketat, dengan jadwal perkuliahan begitu padat. Selain itu, proses pembelajaran didukung dengan penanaman aspek moril dan integritas dalam materi perkuliahan.

Sebagai contoh, terdapat mata kuliah Etika Profesi dan Antikorupsi. Untuk mamastikan kecakapan dan kemampuan adaptasi saat penempatan, dijawab dengan mata kuliah Budaya Nusantara. Selain itu, terdapat pula kegiatan organisasi kampus dan ikatan alumni mahasiswa PKN STAN yang diharapkan dapat membantu proses pengembangan karakter.

“PKN STAN terus berbenah dan bertransformasi untuk siap menghadapi perkembangan kebutuhan birokrasi di Kementerian Keuangan. Setiap kebijakan yang diterapkan akan diterjemahkan langsung dalam kurikulum,” pungkasnya.

To Top