EDUNEWS

Top! Mahasiswa Untidar Ubah Ampas Tahu Jadi Ladang Cuan

Mahasiswa Untidar Ubah Ampas Tahu Jadi Ladang Cuan

EDUNEWS.ID-Limbah ampas tahu selama ini menjadi permasalahan warga Dusun Sengon, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur. Sebagian juga hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, namun jumlahnya yang banyak terkadang menimbulkan bau yang kurang sedap.

Berangkat dari latar belakang inilah 15 orang mahasiswa Universitas Tidar dari program studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Bagas Ardiyanto, Gunawan, Zakkiyatun Nisaa Fadhilatullathifi, Maryam Abdulloh, Isna Chofifah, Lailatul Asria, Hemas Nabila Ardelia Arrofat, Fitriyanti, Tri Astutiningsih, Recka Suci Meliani, Nur Layaliya Buraidah, Fitriani Lestari, Zahro Ulfa Auliya, dan Yulhana Faradilla menggagas Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Keripik (LALISTA APIK)

LALISTA APIK juga ikut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Magelang yang saat ini sedang gencar melaksanakan berbagai program untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Kabupaten yang memiliki 1.299.859 jiwa ini, memiliki persentase angka rata-rata kemiskinan sebesar 11,27% pada maret 2020, lebih tinggi dibanding maret 2019 yang sebesar 10,67%.

Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan masyarakat guna menurunkan angka kemiskinan daerah Kabupaten Magelang.

Selain dapat menjadi solusi dari permasalahan limbah, ampas tahu kini bisa diolah menjadi cemilan enak dan bernilai ekonomi. Bahkan, di kemudian hari bisa menjadi sumber pendapatan warga di Desa Trasan.

“Tidak hanya mengolah, kami juga membantu cara promosi dan pemasaran. Selain itu kami juga berupaya mengembangkan potensi desa binaan berbasis industri kreatif yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat,” ujar Ketua Tim LALISTA APIK Rista dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Olahan ampas tahu dikukus dan dibentuk sesuai kebutuhan. Setelah dingin lalu diiris tipis-tipis lalu selanjutnya digoreng.

“Nilai jual keripik ampas tahu ukuran 200 gram dihargai Rp 10 ribu untuk yang original serta Rp 12 ribu untuk rasa barbeque, balado dan pedas,” tambah Rista.

Adapun fokus pendampingan adalah ibu-ibu PKK Desa Trasan dengan target mereka dapat memproduksi masing-masing di rumahnya sendiri. Packing-nya sudah disediakan tempat tersendiri yaitu plastik lengkap dengan label Keripik Ampas Tahu ‘Lalista Apik’.

“Pemasaran memang masih belum maksimal, walaupun tidak memproduksi setiap hari ibu-ibu PKK Desa Trasan sekarang sudah punya pendapatan tambahan. Selanjutnya kami juga membantu mengurus PIRT,” kata Rista.

LALISTA APIK adalah program pemberdayaan masyarakat yang tahun 2021 ini berhasil lolos seleksi PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) Kemendikbudristek.

Melalui PHP2D diharapkan bisa menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top