Kampus

Dana Otsus Diharapkan Mampu Mendukung Perguruan Tinggi di Papua

Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya

JAYAPURA, EDUNEWS.ID – Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua diharapkan dapat mendukung pendidikan di Bumi Cenderawasih, khususnya untuk perguruan tinggi. Namun, hal tersebut kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Kami mendapat masukan dari para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Papua, terkait dana BOPTN yang minim, minimnya sarana prasarana universitas tersebut, hingga permasalahan beasiswa. Ketiga hal tersebut dirasa sangat mengganggu proses peningkatan SDM di Papua,” kata Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya usai bertemu dengan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, beserta jajaran dan para rektor Universitas Cenderawasih, Universitas Musamus Merauke, Institut Seni dan Budaya Indonesia, Papua, di Jayapura, Provinsi Papua, Senin (31/10/2016).

Refky, menyarankan agar Kemenristek Dikti mengkaji penggunaan dana Otsus untuk mendukung operasional PTN. Ia khawatir jika hal itu dapat mengganggu proses belajar mengajar di PTN.

“Kalau dilihat secara regulasi umum, untuk penggunaan dana Otsus untuk PTN itu tidak sesuai. Tapi perlu payung hukum khusus untuk daerah Otsus untuk mengejar ketertinggalan dalam mendukung SDM lebih berkualitas lagi,” imbuh Riefky.

Diperlukan sebuah terobosan untuk Papua dalam mengejar sektor pendidikan yang masih tertinggal. Ia menilai, perlu ada dukungan dalam mengejar ketertinggalan itu. Apalagi, anggaran Otsus yang cukup besar pun belum ada regulasinya dalam penggunaannya untuk membantu PTN.

“Dukungan dari dana Otsus itulah yang kita harapkan bisa digunakan untuk membantu PTN, sehingga Papua bisa menjadi pabrik manusia yang mempunyai wawasan di bidang masing-masing. Tapi untuk hal ini, kami minta dikaji terlebih dahulu. Apabila itu bisa, kita akan minta payung hukum agar dapat membantu PTN di Papua dari dana Otsus,” pungkas Riefky.

To Top