Pendidikan

Jelang UNBK, ini Persentase Kesiapan Sekolah

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kesiapan sekolah di provinsi Jawa Barat untuk menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2017 hanya sebanyak 37,9% atau yang terendah se-Pulau Jawa. Jawa Barat tertinggal jauh dari DIY (100%), DKI Jakarta (97.07%), Jawa Tengah (50.5%) dan Jawa Timur (48.33%). Secara nasional, Jawa Barat berada di peringkat ketujuh di bawah Bangka Belitung (66,58%) dan Kalimantan Utara (41,89%).

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mengatakan, Jabar menjadi yang terendah se-Pulau Jawa karena hanya sebanyak 4,84% sekolah yang mau menginduk ke sekolah pelaksana UNBK. Berbeda dengan Jateng, sekolah yang menginduk mencapai 11,92%, Jatim (11.02%), DIY (35,64%), DKI (0,85%). Sekolah pelaksana UNBK di Jabar sebanyak 33,06%, Jateng (38,58%), Jatim (37,3%), DIY (64,57%) dan DKI (96,22%).

Ia mengatakan, populasi penduduk Jabar yang paling tinggi se-Indonesia juga memengaruhi tingkat kesiapan pelaksanaan UNBK. Menurut dia, ada kecenderungan sekolah yang belum mampu menggelar UNBK memilih tidak menginduk ke sekolah pelaksana UNBK hanya karena gengsi.

“Dan kami tidak bisa memaksakan sekolah tertentu untuk mau menginduk ke sekolah lainnya,” kata Nizam, Minggu (29/1/2017).

Depok menjadi yang tertinggi dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, jumlahnya mencapai 96,86%. Sementara Kabupaten Sukabumi jadi wilayah yang paling tidak siap menggelar UNBK, jumlahnya hanya sebanyak 8,96% sekolah. Sepuluh besar kota/kabupaten tertinggi lainnya yakni Kabupaten Ciamis (81,87%), Kota Bandung (80,17%), Kabupaten Sumedang (76,39%), Kota Bogor (71,87%), Kabupaten Subang (60,9%), Kota Sukabumi (60%), Kota Cirebon (51,72%), Kota Cimahi (50,49%) dan Kabupaten Bandung (45,56%).

“Secara nasional, semua provinsi dan daerah mampu menggelar UNBK. Ujian tahun ini juga ada istimewanya, siswa bisa memilih sendiri mata pelajaran tambahan sesuai jurusan masing-masing selain tiga mata pelajaran wajib. Sekolah pelaksana UNBK tahun ini juga melebihi target, mencapai 29.756 sekolah menengah,” ujarnya.

Jumlah sekolah yang menggelar UNBK naik hampir 600% ketimbang tahun lalu yang jumlahnya sebanyak 4.382 sekolah. Nizam menyatakan, target pemerintah untuk 2017 minimal meningkat hingga 12.000 sekolah. Menurut dia, peran pemerintah daerah dan swasta turut membantu peningkatan partisipasi UNBK tahun ini.

“Terutama bagi daerah-daerah terpencil, tertinggal dan terluar. Tahun ini ada 10.975 SMP/MTs, 9.194 SMA/MA dan 9.587 SMK,” ujarnya.

Jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK mencapai 1.163.007 siswa SMP/MTs, 1.033.872 siswa SMA/MA, dan 1.152.060 siswa SMK. Ia menyatakan, jumlah tersebut setara dengan 90,29% siswa SMK, 61% siswa SMA/MA dan 27,63% siswa SMP/MTs.

“Tahun depan diusahakan meningkat lagi. UNBK menjadi efektif dan efisian untuk menekan kecurangan. Yang tidak siap UNBK tetap menggunakan kertas dan pensil,” katanya.

To Top