Pendidikan

Muhadjir Sebut KIP Jadi Jaminan Anak Yatim Piatu untuk Belajar 12 Tahun

mendikbud, muhadjir effendy

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah mendistribusikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 2.844 siswa yatim piatu di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap penyerahan KIP berjalan lancar karena identitas siswa yatim piatu sebagai penerima sudah jelas tertera pada kartu tersebut.

“Kami yakin tidak akan ada masalah besar yang dihadapi pemerintah dalam mendistribusikan KIP untuk anak yatim piatu ini, nama dan alamat penerima sudah tertera di setiap panti asuhan,” ujar Muhadjir usai pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Muhadjir menjelaskan, KIP merupakan program prioritas pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan terutama bagi anak dari keluarga miskin.

Menurut dia, KIP menjamin anak yatim mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah atau program wajib belajar 12 tahun. KIP akan mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.

“KIP ini untuk menarik anak usia sekolah yang tidak bersekolah agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah atau sanggar kegiatan belajar,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan, KIP sebagai upaya dari pemerintah untuk membangun pendidikan dan kebudayaan yang merata, berkeadilan dan berkualitas.

“Pada tahun 2017 sasaran KIP ditargetkan sejumlah 17,9 juta siswa dari keluarga miskin termasuk peserta didik yatim piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan,” katanya.

To Top