Pendidikan

Polemik Bus Sekolah, DPP IPPMIMM Pertanyakan Anggaran Besar Pendidikan Majene

Presiden DPP IPPMIMM, Hirjayadi

MAKASSAR, EDUNEWS.ID- Data yang dirilis oleh Public Policy Network (Polinet) terkait besaran angka alokasi anggaran pendidikan dari APBD oleh Pemerintah Majene yang menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan lima kabupaten lainnya sejalan dengan program Pemda Majene sebagai daerah pusat pendidikan di Sulawesi Barat, yang menyebutkan pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Majene mengalokasikan persentase anggaran urusan pendidikan dalam APBD (diluar transfer daerah) sebesar 13,4 persen dari total APBD Rp 868,4 milyar di tahun 2016. Angka tersebut mengalami kenaikan dari 11,8 persen pada tahun 2015.

Kondisi tersebut mengundang sorotan dari berbagai pihak, pasalnya, dengan anggaran yang cukup besar namun beberapa persoalan di sektor pendidikan seperti macetnya layanan mobil atau bussekolah gratis dikarenakan tidak adanya anggaran operasional yang diberikan oleh Pemda Majene.

Baca : Anggaran Pendidikan Majene Terbesar di Sulbar

Presiden Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Mandar Majene IPPMIMM), dengan kondisi tersebut, tidak beroperasinya bus sekolah dengan alasan tidak ada solar tentu tidak masuk akal.

“Kita lihat,  Kabupaten Majene anggaran di sektor pendidikan sangat tinggi, dibandingkan dari lima kabupaten di Sulawesi Barat. Sangat tidak pantas terjadi, mengingat Majene anggaran pendidikannya terbesar di Sul-Bar,” ujar Jayadi ke edunews.id, Ahad, (29/01/17).

Jayadi pun mempertanyakan manajemen pengelolaan anggaran besar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Majene karena tidak mampu membiayai Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar.

“Kami mempertanyakan dimana anggaran sebesar itu, tapi biaya solar saja tidak mampu dibeli,” ungkapnya.

Baca : 

Bus Sekolah Macet, Siswa di Majene Jalan Kaki 5 Kilometer

Bus Sekolah Macet, ini Komentar Komisi IV DPRD Sulbar

Ia pun berharap kepada pemerintah Majene untuk serius dalam mewujudkan Kabupaten Majene sebagai pusat pendidikan di Sulawesi Barat.

“Mari pemerintah, masyarakat untuk bersama-sama menjaga identitas Majene sebagai kota pendidikan. Bukannya lempar batu, sembunyi tangan,” harapnya.

TASRIF ALKHAFIAH

To Top