EDUNEWS

Seleksi CPNS Dosen, Begini Modus ‘MT dan Wawancara’ Untuk Loloskan Orang Dalam, Bagaimana Sikap Kemendikbud ?

Screen Shoot salah satu peserta CPNS Dosen di Kampus PTN di Makassar

MAKASSAR, EDUNEWS.ID– Sejumlah peserta CPNS Dosen Kemendikbud menyampaikan rasa kecewanya dengan hasil seleksi yang diumumkan Kemendikbud terkait dengan seleksi Asisten Ahli Dosen di beberapa perguruan tinggi negeri. Pasalnya, sejumlah peserta mengakui ada indikasi kejanggalan yang dilakukan oleh beberapa tim seleksi pada tahapan Micro Teaching dan wawancara pada seleksi tersebut.

Redaksi edunews.id juga menerima screenshoot dugaan kecurangan dari salah satu peserta CPNS asisten ahli dosen di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di kota Makassar.

Berdasarkan penelusuran redaksi edunews.id, salah satu peserta CPNS dosen tersebut, Eliyah, ditemukan kejanggalan penilaian Wawancara dan Microteaching pada Formasi Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar.

“Eliyah SKD tertinggi dan SKB juga unggul serta jika cek di google pengalaman sudah lebih unggul,” tulis screenshoot tersebut dikutip redaksi, Selasa (28/12/2021).

Eliyah mendapat nilai Microteaching 56 sedangkan lainnya mendapat nilai Microteaching 92 dan Microteaching 96. Sepintas terlihat secara interval penilaian sudah terlihat janggal pada kondisi perbandingan.

“Pada kasus Eliyah, penilaian objektif bisa coba dilakukan ulang oleh pihak BKN dan Kemdikbud Ristek agar lebih transparan dan objektif,” tulisnya.

Dugaan Kecurangan

Sebuah utas di Twitter milik akun @alhrkn mendadak viral di Twitter. Dia membongkar kecurangan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CNPS) yang dijalaninya.

Akun Twitter dengan nama Al Harkan diketahui merupakan peserta tes CPNS 2021. Dia membeberkan kecurangan nilai hasil tes yang dimanipulasi.

Selain itu, akun itu pun dengan gamblang mengatakan adanya peserta tes CPNS ‘titipan’. Di mana nilai peserta titipan tersebut pun dimanipulasi.

“Nilai kami lain dijatuhkan habis-habisan di Wawancara & Micro Teaching, sementara nilai peserta dari internal kampus didongkrak bukan main,” tulis @alhrkn di utasnya, dikutip edunews.id, Senin (287/12/2021)

Diketahui, Al Harkan merupakan salah satu peserta yang melamar pada posisi Dosen Asisten Ahli (Kualifikasi S2) di salah satu PTN. Dia telah melalui tiga rangkaian tahap yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kemampuan Dasar (SKD), Seleksi Kemampuan Bidang (SKB).

Dia pun telah berhasil melewati serangkaian tes, hingga tahap Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) Jalur Cumlaude. Harkan juga menjadi satu-satunya peserta yang maju ke SKB dari jalur Cumlaude.

Dia pun merasakan kejanggalan saat Kemendikbudristek mengeluarkan hasil seleksi CPNS 2021 pada 25 Desember 2021. Nilai yang didapatnya menurutnya sangat tidak masuk akal dan terdapat sejumlah kejanggalan.

Harkan menerangkan adanya indikasi kecurangan nilai setelah dia mengamati data dan statistiknya. Bahkan, kandidat bernama Santa (nama samaran) yang berasal dari jalur umum tiba-tiba masuk ke jalur Cumlaude.

“Padahal saya mengungguli si Santa ini di hampir semua ujian sebelumnya. Tri Dharma, Bahasa Inggris, Penalaran, Psikologi, Intelegensi, Kepribadian; SEMUA UNGGUL, karena ujian via komputer sulit dicurangi. Tapi di Wawancara & Simulasi Mengajar nilai saya DIJATUHKAN,” terangnya.

“Tulisan ini saya buat dengan itikad baik untuk melaporkan indikasi kecurangan yang saya temukan. Saya mematuhi aturan dan tidak menampilkan identitas individu atau institusi terkait. Semoga dapat diterima dengan baik,” pungkasnya.

Utas tersebut pun langsung viral dan mendapatkan berbagai tanggapan netizen. Ada yang mengamini kejadian yang diamali Harkan dan sudah menjadi rahasia umum kecurangan tes CNPS.

“Sudah umum mas, peserta internal kalau sudah lolos SKD, autololos SKB entah bagaimana itu nilainya,” tulis akun @kur****.

“Saya sampai download pengumumannya untuk liat nama kampusnya, ternyata di Malang. Sayang sekali ya, padahal kalau baca thread-nya yg begitu runtut dan jelas. Menurut saya beruntung mahasiswa itu klo dapat Mas ini sebagai dosennya,” lanjut komentar lain dari akun @Mar****.

Kemendikbud Lakukan Pendalaman

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal mendalami laporan dugaan manipulasi nilai dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tenaga dosen asisten ahli.

Laporan dugaan manipulasi nilai CPNS itu beredar di media sosial Twitter hingga menjadi sorotan netizen.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti Sutar mengatakan pihaknya sudah melaporkan dugaan manipulasi tersebut pada Inspektorat Jenderal (Itjen). Itjen Kemendikbud bakal melakukan tindak lanjut atas laporan bersumber akun Twitter itu.

“Terimakasih untuk laporannya. Sudah dilaporkan pada Itjen, akan kami lakukan pendalaman,” kata Suharti diberitakan cnnindonesia, Senin (27/12/2021).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com