Pendidikan

Tingkatkan Kemampuan IT, bangsacerdas.com bentuk ‘Kelas Offline’

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Tingginya kebutuhan atas sumber daya manusia yang mumpuni di bidang teknologi informasi (TI) seiring perkembangan zaman, membuat manusia harus berlomba-lomba untuk meningkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, setelah sukses di platform online, kini Bangsacerdas.com mendirikan Bangsacerdas Institut dalam rangka mencerdaskan bangsa, khususnya melalui bidang TI.

CEO Bangsacerdas.com Jupiter Zhuo menjelaskan, pada tahap awal, materi yang akan diajarkan ke peserta adalah Full Stack Web Development dan Android Mobile Development. Untuk kelas Full Stack Web Development akan dimulai 9 Januari 2017 dan tanggal 23 Januari 2017 untuk Android Mobile Development.

Untuk membuat pengajaran menjadi lebih efektif, satu kelas hanya bisa diikuti oleh maksimal 30 peserta. Di mana, jumlah tersebut akan dipecah dan dibuat per kelompok-kelompok yang akan dipandu mentor-mentor yang berpengalaman.

Bangsacerdas Institut, sambung Jupiter merupakan complementary dari platform pendidikan berbasis multimedia bangsacerdas.com, sehingga peserta bisa mendapatkan pengajaran baik secara offline maupun online. “Yang membedakan kami dengan coding camp adalah selain peserta mengikuti pelatihan offline, mereka juga dapat mengikuti pelatihan online di mana mereka dapat mengulang pelatihan di kelas dengan video tutorial yang bersifat premium. Peserta juga akan diberikan mulai pembelajaran dari materi fundamental hingga materi advance. Di tengah materi mereka juga akan langsung mengerjakan proyek nyata dari perusahaan-perusahaan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Program ini, disebutkannya nantinya akan berjalan selama 3 bulan. Di mana, waktu belajarnya berlangsung Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB. “Nantinya selama pelatihan, 80% waktu akan dipakai untuk langsung mengerjakan proyek yang kami berikan. Hal ini supaya para peserta didik lebih terpacu untuk belajar secara nyata,” ungkap dia.

Menurut Jupiter, kelas ini terbuka bagi siapa saja, baik yang belum pernah mengenal programming atau sudah. Asalkan, peserta mempunyai waktu yang didedikasikan selama batch berlangsung agar proses belajar mengajar dapat terserap maksimal.

Terkait biaya investasi untuk belajar, peserta dikenakan biaya Rp 30 juta untuk Full Stack Web Development dan Rp 40 juta untuk Android Mobile Development. Untuk meringankan biaya tersebut, pihaknya memberikan fasilitas cicilan hingga masa pelatihan selesai. Selain itu, diberikan potongan harga hingga 50% bagi peserta yang mendaftar sebelum 31 Desember 2016.

Menurutnya, harga yang ditawarkan sebanding dengan ilmu yang akan didapatkan. Bahkan, Bangsacerdas Institut memiliki komitmen untuk membantu para peserta untuk merealisasikan kemampuannya, dengan jaminan uang kembali jika peserta tidak mendapatkan pekerjaan atau proyek.

“Peserta didik harus siap untuk menerima tawaran kerja, serta proyek pengembangan produk digital dari perusahaan-perusahaan baik dalam dan luar negeri. Apabila peserta didik tidak mendapatkan pekerjaan atau proyek maka jaminan uang kembali sepenuhnya,” ujarnya.

Untuk pendaftaran dan mengetahui lebih dalam mengenai Bangsacerdas Institut, Bangsacerdas membuka booth di perhelatan teknologi Tech In Asia Jakarta yang akan dihelat di Balai Kartini pada 16 dan 17 November 2016. Sebelumnya, Bangsacerdas juga telah membuka kanal pengajar di acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) dengan tema Moving Our Nation To The Next Level: “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy”. Booth bangsacerdas pun berkesempatan dikunjungi oleh Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Direktur Utama Bank BCA Jahja Setiaatmadja.

Saat ini tercatat peserta yang mendaftar di bangsacerdas.com telah berjumlah hampir 5.600 orang sejak diperkenalkan pada 1 Januari 2016 lalu.

 

[Berita Satu]

To Top