Regulasi

Minim Fasilitas, Full Day School belum bisa diterapkan di Daerah

ILUSTRASI

PALEMBANG, EDUNEWS.ID – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo mengatakan, rencana penerapan sekolah sehari penuh atau Full Day School untuk daerah pedesaan belum bisa direalisasikan karena fasilitas pendukung belum memadai.

“Apalagi sekolah kadang-kadang dipakai pagi hingga petang, karena kurang lokal,” kata Widodo di Palembang, Jumat (18/11/2016).

Jadi bila sekolah sehari penuh diterapkan bisa mengganggu kelas yang tidak punya lokal serta siswa di pedesaan tidak bisa belajar secara maksimal. Memang, lanjut dia, dengan adanya sekolah sehari penuh itu sehingga hari Sabtu diliburkan.

“Sekolah sehari penuh belum seluruhnya dapat diterapkan terutama daerah pinggiran, karena fasilitas pendukung belum lengkap, terlebih lokasi sekolah dengan rumah siswa cukup jauh yang kebanyakan hanya bisa ditempuh berjalan kaki,” kata dia.

Jadi, bila diterapkan, akan membahayakan bagi keselamatan siswa itu sendiri, karena pulang ke rumah sudah malam hari, katanya. Namun, lanjut dia, untuk sekolah di perkotaan sebagian kecil sudah siap diterapkan sekolah sehari penuh, sementara bagi sekolah yang kekurangan lokal belajar jelas belum bisa dilakukan.

Bagi sekolah di perkotaan yang sudah dilengkapi fasilitas pendukung seperti transportasi dan jaringan internet sudah tersedia, maka sekolah sehari penuh tidak menjadi kendala. Namun demikian, kata Widodo, bagi sekolah di daerah pedesaan yang mampu mengikuti wacana Mendikbud tersebut tidak masalah, asalkan pihak sekolah tidak memaksakan diri.

“Tentunya sekolah harus memenuhi unsur seperti fasilitas, sarana-prasarana, akses dan juga menyangkut keamanan siswa,” pungkasnya.

To Top